IPM Pessel Posisi ke-12 di Sumbar, Rusma - Rudi Tawarkan Program Gratis, 'Concern' Pendidikan dan Kesehatan
  • Home
  • Berita
  • IPM Pessel Posisi ke-12 di Sumbar, Rusma – Rudi Tawarkan Program Gratis, ‘Concern’ Pendidikan dan Kesehatan

IPM Pessel Posisi ke-12 di Sumbar, Rusma – Rudi Tawarkan Program Gratis, ‘Concern’ Pendidikan dan Kesehatan

Image
Debat publik Pilkada Pessel, Rabu (11/11/2020). (ist)
Debat publik Pilkada Pessel, Rabu (11/11/2020). (ist)

PAINAN – Serius memberikan perhatian terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pasangan calon (paslon) bupati – wakil bupati Pilkada Pesisir Selatan 2020, Rusma Yul Anwar – Rudi Hariansyah menawarkan program gratis, dengan concern terhadap sektor pendidikan dan kesehatan.

Hal itu mengemuka dalam debat publik paslon bupati – wakil bupati Pilkada Pesisir Selatan yang digelar di TVRI Sumbar, Rabu (11/11/2020) sore.

Merangkum siaran pers yang diterima dari tim media pemenangan RA – Rudi, ada 9 program unggulan yang diusung oleh pasangan tersebut, yang ditawarkan kepada masyarakat.

” Kalau masyarakat mempercayai kami sebagai pemimpin Pesisir Selatan lima tahun ke depan, ada sembilan program unggulan yang kami tawarkan. Sektor pendidikan dan kesehatan merupakan perhatian utama,” kata Rusma Yul Anwar, calon bupati nomor urut 2 tersebut.

Dia menegaskan, negara harus hadir untuk memenuhi hak masyarakat mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan sebagai kebutuhan dasar. Sektor pendidikan dan kesehatan harus digratiskan sesuai dengan hak warga negara yang diatur dalam konstitusi.

Rusma Yul Anwar menegaskan hal tersebut pada sesi penyampaian pendapat penutup (closing statement) debat publik pertama yang digelar KPU Pesisir Selatan yang disiarkan secara langsung oleh stasiun TVRI Sumbar tersebut.

Dia menegaskan, berkomitmen untuk mengakhiri beban masyarakat yang selama ini masih menanggung beban biaya pendidikan dan kesehatan yang mahal.

“Biaya pendidikan dan kesehatan yang mahal yang selama ini masih menjadi beban berat bagi masyarakat akan kami akhiri, ketika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati. Ini akan kami persembahkan kepada masyarakat Pesisir Selatan,” tegasnya.

Fokus kepada program pendidikan dan kesehatan gratis, menurut Rusma Yul Anwar bukan tanpa alasan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) saat ini rendah. Berdasarkan data BPS, Pesisir Selatan berada pada posisi ke-12 dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Dalam sesi debat tersebut, pasangan perpaduan guru dan profesional ini juga concern terhadap pemulihan ekonomi pascapandemi serta pergerakan ekonomi Pesisir Selatan secara berkesinambungan.

“Bersama pendidikan dan kesehatan, sektor yang mendapat prioritas adalah ekonomi, setelah memperhatikan pandemi Covid-19. Pergerakan ekonomi masyarakat harus ditopang oleh pemerintah dan pemerintah daerah,” tambah calon wakil bupati nomor urut 2 Rudi Hariansyah.

Program pembangunan daerah, lanjutnya, harus berorientasi kepada pengembangan ekonomi masyarakat. Termasuk juga pemerataan pembangunan di nagari, minimal per nagari mendapatkan program senilai Rp1 miliar dari APBD Kabupaten. “Pelaksanaan program ini secara tidak langsung akan mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi peluang investasi, Rudi menambahkan, jika terpilih, akan mendorong masuknya investasi untuk menggarap potensi yang memungkinkan untuk diinvestasikan. Agar terjadi penyerapan tenaga kerja, sehingga menekan angka pengangguran.

“Pengurusan izin investasi dilakukan secara transparan, tidak berbelit dan sesuai aturan yang berlaku secara berjenjang. Karena investasi juga ada kaitannya dengan regulasi provinsi dan regulasi pemerintah pusat,” tambahnya.

Perkembangan teknologi informasi juga harus dimanfaatkan secara baik. Dalam pengurusan perizinan, sudah harus mengikuti perkembangan tekonologi. Sehingga setiap orang bisa mengurus perizinan dari mana saja. Setiap nagari harus memiliki jaringan internet, sistem digitalisasi pelayanan pemerintahan harus ditingkatkan.

Sedangkan dari sisi sosial budaya, paslon nomor urut 2 tersebut berkomitmen untuk mempertahankan ragam budaya Pesisir Selatan sebagai kekayaan lokal. Kekayaan budaya yang dimiliki menjadi potensi besar jika nantinya Pesisir Selatan ingin menjadikan sektor pariwisata sebagai kekuatan ekonomi selanjutnya. (*)

Berita Terkait

Leave a Reply