Indonesia Rawan Banjir Bandang, 2.145 DAS Harus Dipulihkan
  • Home
  • Berita
  • Indonesia Rawan Banjir Bandang, 2.145 DAS Harus Dipulihkan

Indonesia Rawan Banjir Bandang, 2.145 DAS Harus Dipulihkan

Banjir bandang di Batuang Taba, Sabtu (11/3). (der)

JAKARTA – Direktur Pengelolaan dan Penyediaan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), akhir-akhir ini Indonesia semakin sering dilanda bencana, dimana 80% di antaranya bencana Hedrometereologi, seperti banjir, kekeringan, banjir bandang, serta tanah longsor.

“Tiap tahun bencana ini terus meningkat, kondisi ini menandakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia sudah banyak yang kritis, yang jumlahnya tiap tahun juga meningkat,” kata Direktur Pengelolaan dan Penyediaan Informasi Kementerian Kominfo, Dra. Siti Meiningsih M.Sc pada Forum Tematik Bakohumas, di Ruang Rimbawan I Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (12/11) pagi.

Berdasarkan data dari Kementerian LHK 2018, menurut Siti, dari total 17 ribu DAS yang ada di Indonesia sebanyak 2.145 di antaranya harus dipulihkan, di antaranya termasuk 108 DAS dalam posisi kritis.

Dalam RPJM 2015 – 2019, lanjut Direktur Pengelolaan dan Penyediaan Informasi Kementerian Kominfo itu, pemerintah memprioritaskan memulihkan 15  DAS dari 108 DAS kritis itu.

Ke-15 DAS yang diprioritaskan itu adalah: DAS Citarum, Ciliwung, Cisadane, Serayu, Bengawan Solo, Brantas, Asahan Toba, Siak, Musi, Waisekampu, Waiseputi, Moyo, Kapuas, Jenebberang, dan Sapdana.

“Litbang Kementerian LHK menyadari kompleksnya dampak dari dehidrasi lahan ini dan luas lahan kritis di indonesia yang diperkirakan 24,3 juta ha,” jelas Siti.

Ia menegaskan, pemerintah perlu memulihkan DAS sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 37  tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS.

“Pemulihan DAS tidak hanya membangun infrastruktur tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengelola DAS,” tegas Siti. (peb)

Berita Terkait

Leave a Reply