MENTAWAI – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) merupakan satu-satunya wadah para bidan yang mempunyai posisi sangat penting dan strategis dalam pembangunan kesehatan yakni penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake saat membuka seminar sehari dalam rangka HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-66 di Aula Hotel Graha Viona Tuapeijat, Senin (21/8) mengatakan, sebagai bidan harus tulus dan ihklas dalam menjalankan tugasnya baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa maupun di daerah pelosok supaya pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat Bumi Sikerei hari kehari semakin meningkat.
Dikatakan Wabup, beberapa permasalahan kesehatan perlu ditekankan dalam penanganannya, seperti penyakit TB. Pengawas minum obat TB harus betul-betul bekerja dengan maksimal agar penyakit dapat dituntaskan.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan, kehadiran organisasi profesi seperti IBI di Bumi Sikerei diharapkan dapat bersinergi dengan instansi terkait di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Karena, Mentawai sangat membutuhkan bidan yang berdedikasi dan dibutuhkan sentuhan insan kesehatan dalam pelayanan sampai ke pelosok Mentawai.
Dikatakan, bidan harus bisa mengawal kesehatan perempuan dan keluarga dengan layanan holistik yang berkesinambungan dalam mewujudkan keluarga sehat. Tenaga kesehatan bidan merupakan garda terdepan di tingkat grassroot.
Lahmuddin berharap, di usia ke 66 organisasi IBI dengan sebanyak 226 bidan di Kabupaten Kepulauan Mentawai siap berkontribusi mengawal pembangunan kesehatan dalam memberikan pelayanan serta peningkatan dalam melaksanakan tugas dengan tulus dengan standar Kemenkes.
Hadir dalam kegiatan seminar sehari HUT IBI ke-66 di Mentawai tersebut, selain wakil bupati Mentawai, juga ketua TP PKK Mentawai, Ketua GOW, Pasiter Kodim 0319 Mentawai, Direktur RSUD Mentawai, Staf Ahli, Asisten I, Kadis Koperindag dan Ketua Organisasi Profesi kesehatan. (ers)






