PAINAN – Ratusan nelayan tradisional di Kecamatan Koto XI Tarusan terpaksa menghentikan aktifitas melaut, seiring tingginya gelombang beberapa hari terakhir. Nelayan mengaku tidak berani melaut karena mengancam keselamatan.
“Beberapa hari ini kami terpaksa tidak melaut karena gelombang tinggi,” kata Madi, salah seorang nelayan di Batukalang, Tarusan, Kamis (26/7).
Gelombang tinggi beberapa hari ini terjadi menurut Madi karena cuaca. Disamping itu, pasang laut musiman yang terjadi juga memicu tingginya gelombang.
“Karena membahayakan keselamatan, kami memilih tidak melaut dulu sampai gelombang mereda,” ujarnya.
Sementara itu, di kawasan Nagari Kapuh, masih di kecamatan yang sama, gelombang tinggi menyebabkan abrasi dan merusak puluhan perahu nelayan. Perahu yang biasa digunakan nelayan untuk mencari ikan tersebut rusak karena terseret dan dihempas ombak.
“Gelombang pasang merusak perahu kami dan menyebabkan abrasi,” ungkap Buyuang, salah seorang nelayan warga setempat.
Karena peralatan melautnya rusak dihempas gelombang pasang, puluhan nelayan di daerah itu juga terpaksa tidak melaut.
Terhentinya aktifitas melaut tersebut, menyebabkan nelayan tradisional di daerah ini kehilangan mata pencarian. Untuk sementara, nelayan terpaksa alih pencarian menjadi petani baik menggarap lahan milik sendiri maupun menjadi buruh untuk menghidupi keluarga. (fdc)






