
SAWAHLUNTO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Sawahlunto kecewa terhadap pencoretan anggaran belanja barang dan jasa operasional dan fasilitas Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Anggaran senilai Rp102.838.000 pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) tahun 2016 itu dicoret tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Sawahlunto Neldaswenty mengungkapkan kekecewaan tersebut dalam rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) yang dipimpin Ketua Komisi I Dasrial Ery, Selasa (15/3). Ia menyoroti anggaran untuk honor pelatih senam massal yang notabene instrukturnya juga ada yang pegawai saja bisa dianggarkan di bidang Pemuda dan olahraga.
“ Kenapa untuk pendidikan serta memfasilitasi kegiatan anak-anak terlebih Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tak dianggarkan, bahkan dicoret” ungkapnya.
Ia menegaskan, anggaran tersebut padahal sudah disepakati. Kalaupun ada regulasi atau sesuatu hal terkait kebijakan hendaknya harus dibicarakan terlebih dulu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikpora Kota Sawahlunto Marwan menjelaskan, anggaran tersebut tidak memenuhi persyaratan. Anggaran belanja barang dan jasa operasional dan fasilitas ABK itu hanya bisa dimasukkan ke dalam dana hibah karena untuk yayasan.
Ketua Komisi I Dasrial Ery berharap Disdikpora berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait mata anggaran yang telah disetujui dalam pembahasan APBD 2016. “Kalau ada perubahan, dikurangi maupun dihapus agar berkordinasi dengan DPRD, sehingga tak terjadi lagi di kemudian hari” katanya. (tumpak)







Mas Tumpak …
Ada informasi yg tertinggal dr rapat td yg belum mas Tumpak sampaikan :
1. Tidak ada satu senpun dana apbd yg dikelola oleh yayasan .. Semua kegiatan dan dana dikelola oleh Diknas kt swl ..
2. Kegiatannya adalah utk pelatihan guru slb/sdlb se kota swl, lomba utk semua anak slb/sdlb se kota swl, jalan santai anak slb/sdlb se kota swl, honor mengajar 3 org guru slb utk 54 org anak berkebutuhan khusus
Mas Tumpak …
Ada informasi yg tertinggal dr rapat td yg belum mas Tumpak sampaikan :
1. Tidak ada satu senpun dana apbd yg dikelola oleh yayasan .. Semua kegiatan dan dana dikelola oleh Diknas kt swl ..
2. Kegiatannya adalah utk pelatihan guru slb/sdlb se kota swl, lomba utk semua anak slb/sdlb se kota swl, jalan santai anak slb/sdlb se kota swl, honor mengajar 3 org guru slb utk 54 org anak berkebutuhan khusus