
SAWAHLUNTO- Para dokter dalam bertugas agar lebih memprioritaskan program pengabdian masyarakat karena masalah kekurangan tenaga dokter saat ini masih terjadi di Sumatera Barat. Banyak dokter lulusan Sumatera Barat tetapi sepertinya kurang berminat untuk mengabdi di Sumatera Barat.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Barat Pom Harry Satria saat pengukuhan pengurus IDI Kota Sawahlunto perode 2015-2018, Kamis (14/4) mengungkapkan, barter tenaga dokter dalam program pengabdian masyarakat setidaknya dapat mengatasi untuk sementara persoalan kekurangan tenaga dokter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sumbar masih kekurangan dokter dan ini menjadi permasalahan serius. Untuk itu para dokter hendaknya lebih memprioritaskan program pengabdian masyarakat untuk mengatasinya,” katanya.
Dia menyebutkan, kondisi kekurangan dokter di kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat seperti menjadi dilema. Padahal, katanya, banyak orang yang menuntut ilmu kedokteran di Sumatera Barat namun hanya sedikit yang mau mengabdikan diri di wilayah Sumatera Barat.
“Ini menjadi dilema dan pekerjaan rumah bagi IDI dalam mencari jalan keluar dari permasalahan ini,” ujarnya.
Kepada pengurus IDI Kota Sawahlunto yang dikukuhkan, dia berarap dapat memanfaatkan kedudukan yang strategis, positif dan produktif dalam bersinergi dengan pemerintah daerah setempat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Kepengurusan IDI Kota Sawahlunto periode 2015-2018 ini diketuai dr Ardianof SPP. (tumpak)






