
PADANG – Distributor gas elpiji 3 kilogram di Kota Padang, Sumatera Barat menggelar operasi pasar mendistribusikan gas bersubsidi di sejumlah kelurahan. Operasi ini dimaksudkan untuk mengatasi fenomena kelangkaan gas elpiji 3 kg beberapa pekan terakhir.
Seperti terpantau di depan kantor Kelurahan Bungo Pasang Kecamatan Koto Tangah, Padang pada Rabu (11/10). Distributor Elpiji Pertamina menggelar operasi dengan harga jual RP17 ribu per tabung. Operasi pasar dimaksudkan untuk warga sekitar dengan syarat menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga (KK).
Pertamina menggelar operasi pasar gas elpiji 3 kg melalui distributor yang ada di Kota Padang adalah untuk mengatasi fenomena kelangkaan elpiji 3 kg di Kota Padang beberapa pekan terakhir. Akibat kelangkaan, harga jual gas elpiji di tingkat pengecer sudah di atas harga eceran tertinggi (HET).
Lurah Bungo Pasang Patria Aprialdi mejelaskan, operasi pasar tersebut adalah untuk membantu masyarakat mendapatkan gas elpiji, setelah dua bulan terakhir masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg.
“Sejak dua bulan terakhir, masyarakat kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg sehingga Pertamina melalui distributor menggelar operasi pasar untuk membantu masyarakat,” terangnya.
Setiap keluarga hanya boleh membeli satu tabung gas elpiji 3 kg dengan harga jual sesuai peraturan pemerintah yaitu Rp17 ribu. Operasi pasar di Bungo Pasang tersebut merupakan rangkaian dari operasi pasar Pertamina di seluruh kecamatan yang ada di Kota Padang.
Dia mengharapkan, dengan digelarnya operasi pasar tersebut dapat mengembalikan kondisi ketersediaan gas elpiji 3 kg untuk masyarakat ke kondisi normal. Saat ini, harga jual gas elpiji di tingkat pengecer dan di warung-warung penyedia terpantau fluktuatif pada kisaran RP20 ribu hingga Rp22 ribu per tabung. (feb)





