
PASAMAN – Diduga akibat api puntung rokok, rumah permanen milik Mayar (79), warga Jorong Tanjung Alai, Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping nyaris menjadi abu, Selasa (13/3), sekitar pukul 11.30 Wib.
Beruntung dari kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun djperkirakan, kerugian pemilik rumah ditaksir sekitar Rp10 juta.
Menurut salah seorang saksi mata, Eko (35), salah seorang warga setempat, kebakaran tersebut terjadi akibat api puntung rokok yang membakar kasur di sebuah kamar.
“Karena melihat ada asap tebal keluar dari rumah tersebut, saya langsung masuk melewati belakang rumah dan mencari dimana sumber asap tersebut. Ternyata memang benar, salah satu kamar, kasurnya terbakar,” katanya.
Tidak beberapa menit, mobil Damkar di Kabupaten Pasaman pun dengan cepat sampai di lokasi setelah diinfornasikan warga setempat sehingga api dapat dengan segera dipadamkan. Dalam peristiwa itu, kobaran api hanya membakar kasur, loteng kamar, dan jaringan listrik di satu kamar itu saja.
Informasi yang dihimpun di lapangan, saat itu pemilik rumah Mayar (79), ibu rumah tangga yang matanya tidak dapat melihat, saat kejadian sedang tidur di ruang tamu, persisnya depan kamar tidur anaknya. Kebetulan saat itu anaknya baru pergi bekerja.
“Yang terbakar di kamar kakak saya hanya kasur, loteng rumah, dan jaringan listrik. Saya belum tau pasti dari mana sumber api yang membakar kasur dalam kamar kakak saya itu, karena saya tadi sedang bekerja,” ujar Ilman (39), anak pemilik rumah.
Sementara itu, Kapolres Pasaman AKBP Hasanuddin S.Ag melalui Kapolsek Lubuksikaping Iptu Yoni Handra mengatakan, saat mendapat informasi mereka langsung turun ke lokasi.
“Untung saja dalam peristiwa ini, kobaran api tidak cepat membesar karena yang dihabiskan pertama oleh api hanya kasur yang berisi kapuk, sehingga menimbulkan asap tebal dan cepat diketahui warga sekitar,” terangnya.
Dia menyebutkan, peristiwa kebakaran semula diketahui warga sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu masyarakat setempat melihat asap membubung dari atap rumah itu.
“Tanpa pikir panjang tetangga sekitar lansung berdatangan kelokasi dan mendobrak pintu kemudian mencoba mematikan api yang belum besar. Sehingga api tidak membesar. Ditambah kecepatan damkar, personil polri dan masyarakat sehingga api dengan cepat dipadamkan di lokasi,” kata Iptu Yoni Handra.
Peristiwa kebakaran itu hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Apakah itu benar disebabkan oleh puntung rokok atau faktor lainnya. (riki)






