Deteksi di Tuapeijat, Tiga Orang Positif Kanker Serviks
  • Home
  • Berita
  • Deteksi di Tuapeijat, Tiga Orang Positif Kanker Serviks

Deteksi di Tuapeijat, Tiga Orang Positif Kanker Serviks

Kepala Seksi PTM, Keswa dan Napza Dinas Kesehatan Kab. Kepulauan Mentawai, Dr. Tony. (ers)
Kepala Seksi PTM, Keswa dan Napza Dinas Kesehatan Kab. Kepulauan Mentawai, Dr. Tony. (ers)

MENTAWAI – Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker terganas nomor dua yang menyerang kaum wanita. Penyakit kanker serviks bukan penyakit yang ringan dan sudah banyak memakan korban. Karena itu, penyakit tersebut harus diwaspadai kaum wanita.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi PTM, Keswa dan Napza Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Dr. Tony kepada padangmedia.com, Selasa (21/3) di lokasi pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular.

Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Mentawai melakukan pemeriksaan melalui alat papsmear, sebuah tes yang dapat memeriksa keadaan sel-sel pada servik. Selanjutnya dilakukan konseling pada perempuan yang terdeteksi vibra kanker pada leher rahim. Jika belum menyebar menjadi kanker servik, tingkat kesembuhannya hingga mencapai kondisi normal bisa 98 persen. Namun, bila sudah menjadi kanker servik, tingkat kesembuhannya akan menurun dan juga biaya yang dikeluarkan semakin besar.

“Pada umumnya, penyakit kanker servik atau kanker leher rahim ini banyak dialami kaum wanita yang sudah berkeluarga dari umur 30 sampai 50 tahun atau wanita yang sudah dewasa. Karena itu, dalam pemeriksaan kita lebih banyak memberikan pemahaman kepada kaum wanita di Mentawai untuk melakukan pemeriksaan rutin, sehingga perubahan sel-sel yang mungkin berkembang menjadi kanker atau sudah menjadi kanker bisa terdeteksi,” ujarnya.

Dikatakan, penjaringan yang dilakukan selama dua hari ini di Tuapeijat, 3 orang positif terkena kanker serviks dari 30 yang diperiksa. “Apalagi kalau dijaring sampai 1000 orang, berapa persen yang positif terkena penyakit tersebut? Pemeriksaan akan kita dilakukan di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai,”ujarnya.

Bagi mereka yang positif terkena penyakit tersebut akan dibawa ke rumah sakit di Padang karena di Tuapeijat belum bisa melayani pengobatan untuk kanker serviks. Progres kanker serviks memakan waktu cukup lama. Meskipun saat penjaringan sudah terdeteksi penyakit serviks, tapi tidak bisa ditentukan lama atau cepat penyebarannya. Bagi yang terdeteksi akan langsung dibawa ke Padang untuk pengobatan. Namun, hal tersebut tentu dikembalikan pada penderita sendiri.

Dijelaskan, deteksi dini harus dilakukan dari awal untuk mewaspadai sebelum menjadi penyakit. Untuk itu, kaum perempuan harus melakukan pemeriksaan secara rutin. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply