
PADANG – Cuaca ekstrim kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir. Hujan lebat dan angin kencang tiba- tiba saja terjadi yang bisa berpotensi banjir, longsor serta pohon tumbang.
Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Padang, Rudy Rinaldy mengimbau warga untuk mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang yang sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika turun hujan disertai angin kencang. Tujuannya untuk mengantisipasi tidak terjadi hal yang tak diinginkan, seperti longsor, pohon tumbang atau atap bangunan yang lepas yang bisa saja mengenai kita,” kata Rudy kepada padangmedia.com, Jumat (14/10).
Menurutnya, imbauan itu juga ditujukan bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Sebab, hujan dan angin kali ini dinilai akan sedikit mengejutkan dengan ritme yang berubah-ubah. Tiba-tiba panas, kemudian hujan dan sebaliknya atau angin kencang saja.
BPBD-PK Kota Padang, kata Rudi, tetap siaga 24 jam atas segala kemungkinan. Ia juga telah menurunkan tim untuk mengontrol daerah – daerah rawan bencana.
“Hal ini memang dikarenakan bencana alam seperti banjir dan longsor serta pohon tumbang bisa saja terjadi setiap waktu. Karena itu, warga harus selalu diingatkan agar tetap waspada. Selain itu, kami juga selalu membuka pintu bagi warga yang butuh bantuan. Apalagi hingga saat ini, cuaca ekstrim masih melanda wilayah Kota Padang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Helmi Moesim menyatakan, topografi di Kota Padang memang banyak daerah perbukitan dan rawan longsor. Untuk itu, ia mengimbau warga agar selalu waspada dan berhati-hati, terutama di kawasan yang rentan bencana.
“Yang namanya bencana tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi,” ujar Helmi, Jum’at (14/10) di gedung DPRD Padang.
Helmi Moesim juga minta dinas terkait untuk melakukan pengecekan terhadap lokasi-lokasi lereng perbukitan yang berpotensi longsor.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Padang, Iswanto Kwara. Dengan kondisi cuaca yang tak menentu saat ini, ia menghimbau masyarakat agar selalu waspada. Karena, kapanpun bencana bisa datang semuanya tidak ada yang tahu.
“Harapan kita masyarakat diharapkan tidak lagi membangun rumah di sepanjang pinggiran sungai yang rawan banjir besar, juga warga di kawasan lereng perbukitan yang rawan longsor,” katanya.
Iswanto menyayangkan masih banyak warga yang tinggal di lereng perbukitan dan tidak memiliki izin sama sekali. Hal itu harus menjadi perhatian pemerintah setempat. Musti ada kontrol, jika memang kawasan tersebut tidak memungkinkan atau berisiko.
“Pemerintah harus dapat melakukan sosialisasi bagi masyarakat setempat. Karena nanti jika terjadi masalah, kembalinya pun ke pemerintah juga,” tegasnya.
Dinas terkait agar selalu melakulan evaluasi dan kontrol pada daerah-daerah yang rentan bencana. Lakukan sosialisasi pada warga setempat untuk antisipasi jika terjadi bencana. (baim)






