
AGAM – Puskesmas Magek terpaksa dikosongkan dan petugasnya berhamburan keluar setelah mendengar alarm bencana gempa bumi, satu orang pasien shock dapat tertangani dengan segera. Getaran gempa yang tidak merusak bangunan berlangsung sesaat dan petugas kembali bekerja seperti biasa.
Demikian skenario latihan simulasi gempa yang dibuat oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dalam rangka pelatihan peningkatan kapasitas para petugas tim medis yang tergabung dalam tim gerak cepat (TGC) Puskesmas Magek, Kamis (20/6).
Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Yunaidi, M.Pd bersama tim memberikan penjelasan bagaimana keadaan dan situasi bangunan baru berlantai dua itu. Dimana petugas dan staf yang ada di puskesmas perlu mendapat pencerahan tentang keadaan dan situasi kebencanaannya.
“Melalui pembekalan dan peningkatan kapasitas bagi staf selaku Tim Gerak Cepat (TGC) di Puskesmas sangat diperlukan,”kata Yunaidi.
BPBD Agam juga mengapreaiasi pihak puskesmas Magek yang telah hadir seluruhnya untuk menerima pembekalan penanggulangan bencana gempa bumi.

“Kita perlu mengantisipasi, bila terjadi insiden kebencanaan apa saja, tim gerak cepat puskesmas segera bergerak dan bermitra dengan BPBD dan anggota kelompok siaga bencana yang ada di nagari,”jelasnya.
Sementara, Kepala Puskesmas Magek Rita Oktavia, SKM pada kesempatan itu mengharapkan kepada seluruh staf dan bidan desa agar lebih waspada dan selalu siaga. “Kita termasuk tim siaga bencana yang bergerak dalam bidang kesehatan. Mari kita perkuat tim gerak cepat (TGC) dengan menjalin kerjasama diantara masing-masing ruang dan dengan masyarakat sekitar,”pungkasnya. (fajar)






