BI Diskusikan Strategi Percepatan Investasi di Sumbar
  • Home
  • Berita
  • BI Diskusikan Strategi Percepatan Investasi di Sumbar

BI Diskusikan Strategi Percepatan Investasi di Sumbar

Diskusi BI Wilyah Sumbar membahas strategi percepatan investasi, Kamis (7/4). (febry)
Diskusi BI Wilyah Sumbar membahas strategi percepatan investasi, Kamis (7/4). (febry)

PADANG- Terbatasnya realisasi investasi sepanjang tahun 2015 menjadi kunci penting menurunnya kinerja perekonomian Sumatera Barat. Kondisi ini terkonfirmasi dari pertumbuhan investasi yang menunjukkan penurunan dari 5,2 persen (year on year/ yoy) pada tahun 2014 menjadi 4,3 persen (yoy) pada tahun 2015.

Penurunan kinerja investasi bukan pertama kali ini dialami Sumatera Barat, bahkan kondisi stagnasi ataupun deinvestasi sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir. Kondisi ini tercermin dari perkembangan porsi investasi yang semakin kecil terhadap total PDRB Sumatera Barat.

“Penyebab utama minimnya penanaman modal adalah rendahnya semangat dan iklim usaha, serta posisi dan dayasaing relatif masih rendah dibandingkan daerah lainnya,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko dalam diskusi membahas percepatan investasi di Sumatera Barat, Kamis (7/4).

Selain itu, katanya, adanya permasalahan struktural di Sumatera Barat, seperti belum memadainya infrastruktur dan masih perlunya dukungan kualitas sumber daya manusia, turut menjadi disinsentif bagi perbaikan kinerja investasi. Berangkat dari permasalahan tersebut, diperlukan adanya identifikasi yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor penyebab deinvestasi di Sumatera Barat yang disertai dengan solusi yang implementatif.

Diskusi yang dikemas dalam bentuk dialog yang dilaksanakan oleh KPw Bank Indonesia Sumatera Barat ini, lanjutnya, merupakan langkah untuk mencari terobosan dalam menyelesaikan masalah struktural penghambat investasi. Bank Indonesia berupaya untuk menjembatani semua pihak yang terkait, antara lain jajaran pemerintahan, pelaku usaha, perbankan dan akademisi.

Dialog tersebut menghadirkan antara lain Alma Karma, Direktur Pengembangan Potensi Daerah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), membahas “Grand Design Dan Strategi Percepatan Investasi Di Daerah”. Kemudian Hefrizal Hadra, guru besar Faakultas Ekonomi Universitas Andalas dengan materi “Karakteristik dan Kebutuhan Investasi di Sumatera Barat serta Upaya yang Diperlukan dalam Meningkatkan Iklim Usaha”.

Puji Atmoko mengungkapkan, meskipun selalu berada di atas tingkat pertumbuhan ekonomi nasional, perekonomian Sumatera Barat cenderung mengalami tren perlambatan selama kurun waktu lima tahun terakhir. Ekonomi Sumatera Barat tahun 2015 hanya mampu tumbuh sebesar 5,4 persen (yoy), melambat dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 5,9 persen (yoy). Realisasi pertumbuhan  tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan rata-rata historis empat tahun yang bisa menembus level lebih dari 6,0 persen (yoy).

Ditinjau dari aspek sektoral, perlambatan ekonomi terutama berasal dari menurunnya kinerja hampir semua sektor utama, antara lain pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.

“Bahkan perlambatan terbesar terjadi pada industri pengolahan, yaitu dari 5,2 persen (yoy) pada tahun 2014 menjadi 1,8 persen (yoy) pada tahun 2015,” tandasnya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply