Beredar Hoax Kota Bukittinggi Lockdown, Pasar Ditutup
  • Home
  • Berita
  • Beredar Hoax Kota Bukittinggi Lockdown, Pasar Ditutup

Beredar Hoax Kota Bukittinggi Lockdown, Pasar Ditutup

BUKITTINGGI – Informasi bahwa Kota Bukittinggi lockdown mendadak viral di berbagai jejaring sosial. Informasi itu berkembang sangat cepat menyusul adanya warga Kota Bukittinggi yang masuk dalam daftar orang positif corona virus disease (Covid-19).

Informasi itu berkembang sangat cepat, menjadi perbincangan berbagai kalangan. Kota Bukittinggi diberlakukan lockdown dan seluruh pasar di kota itu ditutup.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu, dua warga Bukittinggi dinyatakan positif Covid-19. Dirawat di Rumah Sakit Ahmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bukittinggi telah mengambil sejumlah kebijakan terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Diantaranya memindahkan aktivitas belajar seluruh sekolah ke rumah siswa masing – masing.

Kemudian, Pemko Bukittinggi juga mengambil langkah menutup sejumlah objek wisata. Dilanjutkan dengan memberikan dispensasi kepada ASN hamil dan menyusui untuk bekerja dari rumah.

Menyikapi informasi yang begitu cepat berkembang (viral) tersebut, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Bukittinggi Yuen Karnova menegaskan penetapan status lockdown harus sesuai dengan ketentuan perundang – undangan.

“Sampai saat ini Kota Bukittinggi tidak Lockdown, pasar tidak ditutup. Untuk status lockdown harus sesuai dengan aturan perundang – undangan dan membutuhkan kajian yang matang,” tegas Yuen Karnova, Minggu (29/3/2020).

Sejauh ini, ujarnya, kebijakan yang sudah diambil adalah memindahkan aktivitas belajar seluruh siswa dari sekolah ke rumah. Merumahkan ASN hamil dan menyusui, menutup objek wisata. Kemudian dilanjutkan dengan menerapkan sistem kerja dari rumah, termasuk juga guru mengajar dari rumah.

“Staf di seluruh kantor pemerintah termasuk di kantor kelurahan juga dikurangi aktivitas di kantor,” bebernya. (y/f)

Berita Terkait

Leave a Reply