
PADANG – Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti kepada pertamina dan Pemko dalam setiap rapat kerja agar melakukan pengawasan serius terhada distribusi gas elpiji 3 kilogram.
“Ini konsekuensi dari konversi yang dilakukan oleh pemerintah. Jadi barangnya harus selalu ada. Jangan sampai masyarakat sudah bersedia konversi tetapi pasokan tidak dijaga,” kata Elly, Selasa (27/9).
Sebetulnya, kata Ketua Fraksi Gerindra tersebut, pihak Pertamina sudah mengetahui jumlah kebutuhan sebab selalu ada laporan dari agen ke pangkalan hingga ke pertamina. Dari kebutuhan masing-masing pangkalan sudah dapat diprediksi berapa kebutuhan gas masyarakat.
Sangat disayangkan kelangkaan ini terjadi sejak sebulan lalu. Berbeda bila keterlambatan hanya beberapa hari. Mungkin saja keterlambatan pengantar dan persoalan teknis lain. Namun, apabila sudah terjadi berminggu, Pertamina dan Disperindag harus turun lapangan.
“Tindak tegas bila memang ada spekulasi. Komisi II dengan tegas menyatakan, Disperindag harus turun melakukan pengecekan. Bila memungkinan, lakukan operasi pasar,” ungkap Elly Thrisyanti. Operasi pasar itupun, tetap dimonitoring agar manfaatnya betul-betul dirasakan oleh masyarakat.
Sementara anggota Komisi II DPRD Padang, Aprianto juga memaparkan hal serupa. Disperindag Kota Padang harus turun ke lapangan dan menyelidiki penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.
“Jangan sampai pemerintah masih berpangku tangan. Selain kelangkaan, juga perlu diawasi pelaku dan pengoplos gas. Ada pula yang mengisi dengan air agar tabung tetap terasa berat. Ini perlu juga diawasi,” tegasnya. (baim)






