Afrianti, Pasien Gagal Ginjal Butuh Uluran Tangan
  • Home
  • Berita
  • Afrianti, Pasien Gagal Ginjal Butuh Uluran Tangan

Afrianti, Pasien Gagal Ginjal Butuh Uluran Tangan

Afrianti ditemani suaminya saat menjalani perawatan di RSUD M Zein Painan. (fahmi)
Afrianti ditemani suaminya saat menjalani perawatan di RSUD M Zein Painan. (fahmi)

PAINAN, – Afrianti (34), warga Tuik Koto Gunuang Kampung Baru Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan (Pessel), sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Saat ini, penderita gagal ginjal itu terbaring lemah di RSUD M Zein PAINAN.

Menurut hasil diagnosa dokter, ia divonis gagal ginjal sehingga susah untuk bernafas, susah bicara, dan tidurpun gelisah. Serta pada bagian kaki dan wajah mulai terlihat membengkak. Menurut Nopal (40), suaminya,  pihak RSUD M Zein sudah menganjurkan isterinya untuk dirujuk ke RSUP M Djamil Padang agar segera melakukan pencucian darah. Sebab, darah isterinya juga mulai berkurang (Anemia), dan sangat membutuhkan golongan darah O.

“Saya sangat sedih dan terpukul dengan penderitaan yang dialami isetri saya saat ini. Sudah tidak ada lagi uang untuk biaya berobat. Semua persediaan dan tabungan sewaktu saya bekerja di Malaysia dulu sudah habis. Diperkirakan semua biaya sudah habis 10 ribu ringgit untuk biaya berobat sewaktu di Malaysia dulu,” terang Nopal.

Ia mengakui, sewaktu isterinya berobat di Malaysia dulu, hanya lewat jalur umum, tentu sangat mahal biayanya. Akhirnya pihak rumah sakit Malaysia menyarankan agar isterinya berobat di rumah sakit yang ada di Indonesia saja (di kampung, red).

“Sebab, kalau pasien bukan asli pribumi disana, maka akan lebih mahal lagi biayanya. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang kampung saja,” ungkapnya.

Diceritakannya, sewaktu sampai di Padang, isterinya sempat dirawat selama tiga hari di RSUP M Djamil Padang. Namun, melalui jalur umum karena saat itu ia tidak memiliki kartu BPJS.

“Setelah dirawat selama tiga hari di RSUP M Djamil Padang, isteri saya diperbolehkan pulang. Kata dokter, isteri saya sudah normal. Namun ketika saya cek darah ke labor, tiba -tiba pihak labor tidak memperbolehkan pulang, sebab ginjalnya memang tidak berfungsi dengan baik. Namun, saya tetap memutuskan untuk pulang kampung, sebab uang untuk biaya pengobatan sudah tidak ada,” katanya dengan nada sedih.

Lebih lanjut kata dia, tidak beberapa lama dikampung, istrinya kembali mengalami sesak nafas. Sehingga harus dilarikan ke RSUD M Zein Painan. Namun, pihak RS menyarankan untuk segera dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

“Tapi apa daya, uang sudah tidak ada lagi. Tempat mengadu kepada sanak saudara dikampung juga tidak ada, terpaksa kami bertahan disini saja,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kartu BPJS kesehatan yang dimilikinya hanya bisa aktif pada tanggal 2 Maret 2017. Sementara untuk biaya perawatan ia tidak mempunyai simpanan lagi. Hal itu membuat ia bertambah bingung padahal dia sangat berharap kesembuhan isterinya.

“Saya ingin sekali membawa istri ke RSUP M Djamil Padang. Namun apa daya, biaya yang menjadi kendala utama. Paling tidak untuk biaya sekali cuci darah bisa menghabiskan biaya sekitar Rp5 juta,” ujarnya lirih.

Bagi para donatur atau dermawan yang tersentuh hatinya ingin membantu biaya pengobatan Afrianti, silahkan mendatangi RSUD M Zein PAINAN. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan. (fahmi)

Berita Terkait

Leave a Reply