
AGAM – Sebanyak 8 anak asuh Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Lubukbasung masuk tim inti tambua tansa gabungan D’Palano Art – Panti Putra Lubuk Basung yang akan mengikuti Festival Internasional Tambua 2018 dan pencatatan Rekor MURI 1000 tambua di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, tanggal 6 dan 7 Oktober 2018.
Delapan personil anak panti asuhan putra Muhammadiyah Lubuk Basung itu didominasi anak-anak asuh asal Padang Tongga, Sago, Simpang Gudang, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung yang dinyatakan lolos oleh tim seleksi.
Menurut penanggungjawab teknis dan umum tim, Fadhly Ikhsan Indra, MS,Sn, dan Khairil, untuk pemberangkatan tim tambua tansa dalam mengikuti Festival Internasional Tambua 2018 dan pencatatan Rekor MURI dalam rangkaian Festival Danau Maninjau itu, pihaknya sengaja melakukan seleksi dan evaluasi khusus yang mencakup beragam aspek.
Disebutkan Fadhly, selain kondisi pisik dan keahlian, pihaknya sengaja mengevaluasi personil yang akan diberangkatkan ke Jakarta itu untuk meramu kekompakan dan keahlian memainkan perangkat tambua tansa, “
“Alhamdulillah, tim sudah terbentuk, selain tim inti ada tim pendukung,“ sebutnya.
Diyakinkan Fadhly, pihaknya akan melakukan persiapan maksimal menjelang bertolak ke Jakarta tanggal 3 Oktober mendatang, termasuk latihan pisik, mengingat beratnya tantangan yang harus dihadapi saat festival dan pencatatan rekor MURI.
Khairil yang juga pengurus panti asuhan putra Lubuk Basung mengaku bangga, adik-adik asuhannya di Panti Putra Muhammadiyah terpilih memperkuat tim tambua asal Lubuk Basung dalam event berskala internasional tersebut.
Tercatat dari 8 personil yang ikut serta mayoritas berasal dari Nagari Manggopoh yang cukup piawai bermain tambua tansa dan seni beladiri silat yang sudah rutin dilatih di panti asuhan. “Ini berkah dan penghargaan luar biasa bagi kami,“ sebutnya.
Khairil menyebutkan, tim tambua tansa Panti Asuhan Putra Muhammadiyah di bawah asuhan D’Palano Art sendiri baru setahun terakhir aktif dan sudah mengikuti beragam kegiatan yang digelar pemerintah, termasuk tampil rutin dalam parade seni budaya Gappis Agama. “Kami berharap dengan dukungan semua pihak, kami bisa tampil maksimal dalam event bergengsi dalam program peduli Danau Maninjau itu,“ ulas Khairil lagi.
Dijadwalkan, menjelang bertolak ke Jakarta tanggal 3 Oktober mendatang, pihaknya akan mempersiapkan tim tambua tansa dengan latihan rutin setiap hari. (fajar/*)






