Sarpras Penanganan Kebakaran di Pessel Masih Kurang
  • Home
  • Berita
  • Sarpras Penanganan Kebakaran di Pessel Masih Kurang

Sarpras Penanganan Kebakaran di Pessel Masih Kurang

Image

PAINAN- Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat masih kekurangan sarana dan prasarana penanganan bencana kebakaran. Jumlah posko pemadam masih belum ideal dengan rentang wilayah menyebabkan jarak tempuh yang memakan waktu lebih lama untuk sampai di lokasi.

Hal itu diakui oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Dispol PP dan Damkar) Pesisir Selatan Dongki Agung Pribumi. Agung mengatakan, idealnya, dalam setiap radius 7,5 kilometer ada 1 unit pos pemadam kebakaran (damkar) dengan minimal lima orang peraonil dan satu unit mobil pemadam.

“Sebab rentang waktu penanganan ketika terjadi laporan kebakaran adalah selama 15 menit, mulai dari pengisian air, perjalanan ke lokasi dan penyemprotan air,” jelasnya.

Dia menyebutkan, menyesuaikan dengan luas wilayah jangkauan, setidaknya Pessel masih membutuhkan dua unit pos lagi. Satu pos untuk cakupan wilayah Koto XI Tarusan dan satu lagi di Kecamatan Silaut.

Kemudian, satu pos lagi yaitu di Pos Balaiselasa perlu digeser ke Linggo Sari Baganti. Sebab, jaraknya terlalu berdekatan dengan Pos di Kecamatan Lengayang.

“Saat ini Pessel baru memiliki lima unit mobil Damkar dan empat pos. Yaitu di Posko utama di Painan, Kambang, Balai Selasa dan Tapan,” sebutnya.

Agung menambahkan, wilayah Pesisir Selatan memanjang 243,2 kilometer dari utara ke selatan. Dengan hanya mengandalkan lima unit mobil Damkar dan empat pos, pihaknya sangat kesulitan untuk sampai di lokasi musibah dalam waktu singkat. Apa lagi kalau musibah terjadi di perkampungan yang jauh dari jalan utama.

“Kondisi saat ini diperparah lagi karena satu unit mobil Damkar tidak bisa difungsikan untuk menyemprot, hanya untuk armada angkut air,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan, mencoba mencari peluang adanya bantuan penambahan unit mobil Damkar melalui berbagai pihak. Pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov DKI, juga ke Pemprov Sumbar melalui anggota DPRD Provinsi dan lainnya.

“Kami terus berupaya, ketersediaan mobil berikut pos-pos Damkar sangat penting karena menyangkut keselamatan masyarakat,” tutupnya. (Zal)

Berita Terkait

Leave a Reply