Dinas Pariwisata Kota Padang Apresiasi Penerapan Prokes, Pelaku Usaha Diberi Sertifikat CHSE
  • Home
  • Berita
  • Dinas Pariwisata Kota Padang Apresiasi Penerapan Prokes, Pelaku Usaha Diberi Sertifikat CHSE

Dinas Pariwisata Kota Padang Apresiasi Penerapan Prokes, Pelaku Usaha Diberi Sertifikat CHSE

Image

PADANG – Dinas Pariwisata Kota Padang terus mengimbau pelaku usaha hotel, restoran dan tempat hiburan agar mematuhi protokol kesehatan (prokes). Di sisi lain juga berupaya menggairahkan usaha pariwisata pada kondisi pandemi Covid-19.

Sedikitnya 86 hotel dan 89 restoran dan coffeeshop yang sudah diberikan sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety and Environment) sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan penerapan prokes. Di setiap tempat itu juga dipasangi stiker himbauan kepada pengunjung untuk selalu mengenakan masker dan menjaga jarak.

“Kami memberikan sertifikat CHSE untuk 86 hotel dan 89 restoran dan cafe sebagai bentuk apresiasi kepatuhan penerapan prokes,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Padang Asmawati, Kamis (20/5/2021).

Pihaknya juga memasangkan stiker himbauan untuk pengujung dan memberikan bukuan panduan prokes kepada pengelola tempat usaha pariwisata.

Asmawati menjelaskan, sertifikat CHSE merupakan pengakuan adanya kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlangsungan lingkungan. Hal itu dapat menjadi jaminan bagi konsumen, bahwa tempat pariwisata itu telah menjalankan protokol kesehatan mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Tanpa pelaksanaan protokol kesehatan dan disiplin tinggi, tidak mudah bagi sektor pariwisata untuk dapat bangkit kembali, ” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Padang, Andi Amir menyebut, pandemi Covid-19 juga menghambat perkembangan ekonomi kreatif. Akan tetapi di tengah situasi itu tidak menutup kemungkinan lahirnya ide dan kreasi baru yang bernilai ekonomi dari para pelaku usaha.

“Untuk itu, disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan sangat perlu. Di sisi lain semangat kreatifitas dalam usaha juga diperlukan agar sektor usaha ekonomi kreatif yang menunjang pariwisata tidak mudah terpuruk, ” ulas Andi Amir. (der)

Berita Terkait

Leave a Reply