
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah turun ke sawah bersama petani melakukan panen raya di Talawi Hilie, Kota Sawahlunto, Selasa (30/3/2021). Panen raya dari padi varietas lokal bernama Gadang Rumpun Kimbayau itu menggunakan alat mesin combine harverter.
Mahyeldi mengatakan, pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk mendorong peningkatan hasil pertanian, khususnya padi. Untuk itu, tentu saja disediakan berbagai fasilitasi pendukung, antara lain perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, pembuatan embung, cetak sawah baru dan alat mesin pertanian dan KUR.
“Kami terus mendorong peningkatan hasil pertanian. Sejalan dengan itu tentu saja harus disediakan fasilitas pendukungnya, ” ucap Mahyeldi di sela kegiatan panen Raya tersebut.
Lebih lanjut Mahyeldi menjelaskan, Sumatera Barat salah satu dari 17 Provinsi penyangga produksi padi nasional. Dengan luas lahan sawah baku sesuai perhitungan Kerangka Sampel Area (KSA) sebesar 194.281 ha, dibebankan target tanam padi 2021 ini sebesar 332.781 Ha dengan target produksi sebesar lebih kurang 1.548.916 ton.
“Amanah untuk mendukung swasembada pangan nasional itu, tentu kami akan maksimalkan pencapaian target produksi sehingga surplus dari kebutuhan lokal, ” kata Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat Syafrizal mengatakan, kali ini panen perdana bersama gubernur guna memotivasi petani. Panen dilakukan dengan “combine harverter” untuk mendorong percepatan produksi.
“Kami mendorong petani untuk melakukan dengan komben mesin pertanian. Hal ini untuk percepatan dalam produksi panen dan mudah serta akan mengurangi biaya, ” imbuhnya.
Adapun lahan persawahan yang dialiri dari Batang Ombilin merupakan garapan Kelompok Tani Maju Basamo, Desa Talawi Hilie Kecamatan Talawi, Sawahlunto.
Pada kesempatan itu, terlihat hadir Sekda Kota Sawahlunto dan beberapa pejabat setempat yang turut mendampingi Gubernur. Para anggota kelompok tani juga hadir di lokasi tersebut. (der)







