Mahyeldi: Kelanjutan Pembangunan Monumen Bela Negara Didukung Menkopolhukam
  • Home
  • Berita
  • Mahyeldi: Kelanjutan Pembangunan Monumen Bela Negara Didukung Menkopolhukam

Mahyeldi: Kelanjutan Pembangunan Monumen Bela Negara Didukung Menkopolhukam

Image

LIMAPULUH KOTA- Pembangunan pengembangan kawasan Monumen Nasional PDRI di Gunuang Omeh, Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota kembali dilanjutkan. Hal itu menyusul hasil pertemuan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dengan Menkopolhukam, Mahfud MD di Jakarta baru – baru ini.

Menurut Mahyeldi, pembangunan kawasan Monumen Nasional PDRI atau Monumen Bela Negara itu mendapat dukungan Menkopolhukam. Menko juga mendorong kementerian dan lembaga – lembaga terkait untuk ambil bagian dalam pengembangannya.

“Menkopolhukam mendorong pembangunan kawasan Monumen Bela Negara agar segera dilaksanakan dengan melibatkan lembaga dan kementerian terkait dalam pelaksanaannya, ” kata Mahyeldi di sela kunjungan UPTD BPTSD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Payakumbuh, Kamis (4/3/2021) malam.

Mahyeldi yang juga Ketua Forum Bela Negara Sumatera Barat menyebut, dari kawasan itu nanti akan dibangun akses jalan yang melibatkan TNI AD. Hal itu juga sudah disetujui KASAD melalui TMMD untuk membuat jalan tembus ke Provinsi Riau dan daerah terdekat lainnya.

“KASAD juga sudah setuju untuk membangun akses jalan melalui TMMD. Di antaranya jalan tembus ke Provinsi Riau,” katanya.

Adapun di kawasan Gunung Omeh sendiri, lanjut Gubernur, bukan saja pembangunan monumen melainkan nanti akan ada pusat pendidikan dan pusat kebudayaan serta pertanian. Semua itu diyakini akan menggenjot perputaran ekonomi karena mudahnya akses dan banyaknya kunjungan.

“Di kawasan itu nanti akan ada pusat pendidikan, pusat kebudayaan dan pertanian sehingga mendorong perputaran ekonomi, ” ujarnya.

Lebih lanjut, Mahyeldi menekankan keberadaan monumen merupakan suatu penghargaan terhadap pahlawan sejarah. Di kawasan itu pernah menjadi basis perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia yang dipimpin Mr. Syafruddin Prawiranegara.

“Bagaimana kita menghargai sejarah dan mengenalkannya kepada generasi bangsa, ” tukas Mahyeldi. (der)

Berita Terkait

Leave a Reply