
PAINAN – Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah VII Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Mahyan. S.Pd, MM mengaku belum ada kerja sama antara salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Sutera dengan pihak Jepang.
Mahyan menyebut hingga saat ini belum ada informasi terkait kerja sama tersebut. Dimana kerja sama yang dimaksud adalah kerja sama untuk mendorong siswa – siswi mendapatkan beasiswa ke luar negeri.
“Hingga saat ini saya belum mendapatkan informasi terkait hal itu,” tegas Mahyan saat dihubungi padangmedia.com pada Minggu (29/11/2020).
Wawancara tersebut untuk menelusuri pernyataan calon wakil bupati Pesisir Selatan nomor urut 1, Hamdanus saat debat publik putaran kedua di Padang TV beberapa hari lalu. Hamdanus mengatakan pemerintahan pada masa kepemimpinan Hendrajoni telah melakukan berbagai upaya untuk membangun sumber daya manusia Pesisir Selatan.
Salah satunya, sebut Hamdanus, dengan memberikan beasiswa melibatkan segala kekuatan potensi yang ada dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) diprioritaskan untuk beasiswa.
“Kemudian juga dari ada menggandeng perusahaan perusahaan juga ada kerja sama antara SMA di Surantih dengan Jepang dalam mendukung beasiswa anak – anak ke luar negeri,” ujar Hamdanus.
Dihubungi melalui pesan aplikasi, salah seorang Kepala SMA di Kecamatan Sutera juga menyebutkan tidak ada kerja sama dengan Jepang. Bahkan dia berharap adanya pihak yang memberi perhatian melalui kerja sama seperti itu untuk membantu siswa – siswi di Kabupaten Pesisir Selatan khususnya di sekolah yang dipimpinnya.
“Belum, belum ada. Apa ada peluang? Kalau ada mohon disosialisasikan, ya. Mudah – mudahan ada rejeki adik – adik (siswa) di sekolah ini,” balasnya melalui pesan aplikasi. (Zal)






