SAWAHLUNTO – Hasil uji swab yang kedua pasien RSUD Sawahlunto asal Kabupaten Sijunjung yang dirujuk ke RS Ahmad Mukhtar negatif. Awalnya, pasien ini diduga terpapar corona karena pemeriksaan cepat (Rapid test) menunjukkan positif.
Dengan keluarnya hasil uji swab yang kedua tersebut, maka petugas medis Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Sawahlunto boleh bernafas lega. Sebanyak 10 orang petugas di ruang IGD rumah sakit tersebut sempat diisolasi, karena hasil rapid test.
Walikota Sawahlunto Deri Asta saat jumpa pers di Balaikota, Selasa (21/4/2020) menyampaikan hasil uji swab pasien dimaksud.
“Pada uji swab pertama yang dilakukan kepada pasien hasilnya negatif. Kemudian dilakukan uji swab kedua, hasilnya sudah keluar hari ini dan dinyatakan negatif,” kata Deri Asta.
Dengan hasil yang kedua tersebut, maka petugas ruang IGD yang sempat melakukan isolasi di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sawahlunto dibolehkan pulang.
“Petugas ruang IGD sudah dibolehkan pulang dan bisa beraktivitas kembali,” ujarnya.
Petugas ruang IGD tersebut meminta fasilitasi isolasi setelah menangani pasien dimaksud. Pasien asal Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung itu masuk sebagai pasien biasa.
Namun setelah ditangani, berdasarkan hasil pemeriksaan cepat (rapid test) menunjukkan positif. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, hasil rapid test memiliki tingkat akurasi 40 persen.
Sementara itu, sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Sawahlunto, Adri Yusman menyebutkan, 19 orang dari total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 73 orang masih dalam proses pemantauan. Selesai proses pemantauan sebanyak 54 orang.
Sedangkan, orang dengan status notifikasi atau pelaku perjalanan dari daerah terjangkit (PPT) hingga hari ini tercatat sebanyak 1.554 orang.*
Reporter : Tumpak
Editor : Febry






