
SAWAHLUNTO – Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Sawahlunto yang meninggal dunia pada Jumat (3/4/2020) lalu dinyatakan negatif corona virus disease (Covid-19).
Kepastian itu diperoleh setelah hasil uji specimen swab pasien tersebut keluar pada Selasa (7/4/2020). Uji swab pasien dilakukan di laboratorium kesehatan Universitas Andalas (Unand), Padang.
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Sawahlunto Adri Yusman menyampaikan hasil uji swab pasien berstatus PDP tersebut.
“Hasil uji labor kesehatan Unand telah kita terima hari ini, dan pasien dalam status PDP yang meninggal dunia tersebut negatif Covid-19,” kata Adri Yusman.
Dia berharap, pengumuman tentang hasil uji labor terhadap PDP tersebut dapat menjawab pertanyaan masyarakat selama ini. Sekaligus dapat menampik informasi hoax yang berkaitan dengan kematian pasien.
Sementara, prosesi pemakaman pasien yang dilakukan dengan prosedur tetap (Protap) pasien Covid-19, hal itu sesuai ketentuan pemerintah pusat. Pada saat itu, kondisi pasien belum dipastikan karena hasil uji swab belum keluar.
“Jadi sesuai SOP (Standard Operasional Prosedur), pasien dalam status PDP di masa wabah pandemi Covid-19 harus dimakamkan sesuai dengan ketentuan yang telah diatur,” jelasnya.
Seperti diberitakan, seorang pasien berjenis kelamin perempuan yang merupakan ASN tenaga kesehatan di Kota Sawahlunto meninggal dunia pada Jumat (3/4/2020).
Menurut dokter spesialis paru RSUD Kota Sawahlunto, Adrianof, pasien menjalani perawatan selama tujuh hari dengan keluhan batuk dan sesak nafas. Berdasarkan hasil rontgen thorax dan anamnesa, ada infeksi sejenis bakteri di paru dan gula darah yang sulit dikontrol diatas normal. (tumpak)






