Kaper BKKBN Sumbar Etna Estelita : Berencana Itu Keren
  • Home
  • Berita
  • Kaper BKKBN Sumbar Etna Estelita : Berencana Itu Keren

Kaper BKKBN Sumbar Etna Estelita : Berencana Itu Keren

SOLOK SELATAN – Agar lebih mencintai lembaga ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat terus berupaya memperkenalkan rebranding institusi, termasuk logo. Bila dulu salam KB dua anak cukup, pada masa kini logonya adalah berencana itu keren.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Ir. Hj. Etna Estelita, MSi dalam silaturrahmi dan pembinaan penyuluh KB untuk  ASN dan non ASN di Kantor Bupati Solok Selatan,  Kamis (12/3)

Menurut Etna, logo sekarang menggunakan  simbol love.  Logogram ini diadopsi dari lambang cinta yaitu hati. Bentuk ini merepresentasikan bahwa awal sebuah perencanaan berasal dari kasih sayang keluarga dan keharmonisan keluarga dengan lingkungan yang selalu mendukung.

“Selain love, simbol  merangkul dimaknai dengan. BKKBN akan selalu berusaha untuk merangkul, memfasilitasi dan  menjadi partner dalam setiap perencanaan yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat. Perencanaan ini dari masa kanak kanak sampai dewasa, “ jelas Etna

Kemudian ada logo dengan symbol kupu-kupu. Kata Etna, Kupu-kupu adalah lambang perencanaan dan proses. Hal ini dapat dilihat dari proses metamorfosis kupu-kupu dari seekor ulat hingga menjadi kupu-kupu yang indah.  Disamping itu juga ada  logo dengan simbol tak terbatas.  “Hal ini dapat dilihat dari sebuah pencapaian yang harus direncanakan tanpa batas. Bila jatuh harus bangun tanpa henti. Begitu pula  dengan BKKBN yang tanpa lelah akan terus menjadi partner keluarga dan masyarakat,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesra Kabupaten Solok Selatan, Dr. H. Fidel Efendi, MM  menyambut baik acara silaturahim dengan pejuang program BKKBN. Fidel  berharap, seluruh  penyuluh KB selalu berinovasi dan tekun untuk menjalankan tanggung jawab. “Bila nanti kita berprestasi dalam menjalankan program kerja, insyaallah nanti akan ada reward, baik dari pemerintah provinsi maupun daerah,” ungkap Fidel.

Dielaskan Fidel,  aparatur yang ada untuk menggebyarkan Program BKKBN kedepan, saat ini Kabupaten Solok Selatan memiliki Penyuluh KB ASN sejumlah 12 orang, Tenaga Harian Lepas (THL) sejumlah 29 orang, dan  sukarela 24 orang.

Dalam silaturrahmi dan pertemuan tersebut juga didiskusikan capaian program yang harus ditingkatkan oleh kabupaten Solok Selatan. Selain itu juga dibahas persoalan-persoalan yang sering ditemui para penyuluh KB dilapangan. Salah satu persoalan yang mengemuka adalah tentang kesejahteraan penyuluh KB  Non ASN.  (nit/*)

Berita Terkait

Leave a Reply