
PADANG – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Arfian mendorong pelestarian nilai – nilai tradisi dan budaya yang ada di Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranji. Salah satunya, tradisi Urak Balabek, yaitu pengukuhan para pendekar atau guru silek yang didahului dengan penyembelihan kerbau dan arak – arakan.
“Nilai tradisi urak balabek adalah nilai luhur yang harus dilestarikan. Tradisi ini menandai pengukuhan para pendekar yang dianggap mumpuni dan layak menurunkan ilmunyakepada generasi selanjutnya,” kata Arfian usai pelepasan arak – arakan yang bertolak dari kantor KAN Pauh V menuju kantor KAN Pauh IX di Kecamatan Kuranji, Kamis (27/02/2020).
Menurut Arfian, tradisi ini akan jadi agenda pariwisata, karena bisa menarik banyak pengunjung. “Tradisi urak balabek merupakan atraksi budaya menarik bagi wisatawan,” katanya.
Sementara itu Camat Kuranji Eka Putra Buhari menyambut baik dilaksanakannya tradisi urak balabek. Kegiatan ini menggairahkan seni budaya serta nilai – nilai tradisi yang hidup dalam masyarakat.
“Kegiatan ini menggairahkan nilai – nilai tradisi yang hidup dalam masyarakat,” kata Eka.
Adapun, Ketua Badan Musyawarah Nagari (BMPN) Pauh IX Muhammad Fikar Datuk Rajo Magek menilai menyebut, alek Urak Balabek yang digelar IPSI Kota Padang merupakan upaya pewarisan nilai-nilai budaya dan adat Pauh IX.
“Kami sangat mendukung digelarnya kegiatan ini karena merupakan upaya pewarisan nilai-nilai budaya dan adat di Pauh IX,” ujar M Fikar.
Menurutnya, Pauh IX merupakan daerah yang tetap eksis dengan nilai-nilai adat dan budaya. Ninik mamak di Pauh IX selalu berupaya memelihara nilai-nilai tersebut agar tetap hidup di tengah-tengah masyarakat.
“Urak Balabek ini merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya tersebut, terutama melestarikan Silek Pauh sebagai silek asli Pauh IX,” tukasnya.(der)






