
PADANG – Pemerintah Kota Padang berupaya mewujudkan destinasi yang nyaman bagi pengunjung. PR besar mewujudkan kenyamanan itu selain pembenahan fasilitas, juga meminimalisir gangguan “orang bagak” atau premanisme di objek wisata.
“Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan penyadaran dan edukasi terus menerus bagi masyarakat dan pelaku usaha serta orang bagak itu sendiri,” kata Kepala Dinas Pariwisata dn Kebudayaan Kota Padang, Arfian saat membuka Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata di Hotel Bunda, Jalan Bundo Kanduang Rabu (26/02/2020).
Arfian menyebut, kenyamanan pengunjung adalah hal yang utama dalam menghadirkan destinasi yang sesuai sapta pesona. Tanpa kenyamanan pengunjung pariwisata sulit berkembang.
“Kenyamanan pengunjung adalah prioritas untuk mengembangkan destinasi yang sapta pesona,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Usaha Industri Pariwisata, Andree H. Algamar mengatakan, pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Terutama mengedukasi melalui komunitas – komunitas yang ada sekaligus meningkatkan oengetahuan bagi pelaku usaha di sekitar deatinasi wisata.
“Peserta pelatihan terdiri dari komunitas dan pelaku usaha pariwisata di sekitar objek wisata,” kata Andree.
Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, sampai Jumat (28/02/2020). Sedangkan, narasumber yang dihadirkan dari akademisi dan pelaku usaha pariwisata serta dari Padang City Creative Forum.(der)





