
PADANG – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengoptimalkan pemanfaatan Benteng Gunung Pangilun untuk pariwisata. Ke depan kawasan itu dikembangkan sebagai objek destinasi wisata sejarah dan budaya.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arfian, hal itu sudah disepakati dalam pertemuan pihaknya dengan tokoh masyarakat dan ninik mamak setempat.
“Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan Benteng Gunung Pangilun sebagai objek destinasi wisata sejarah dan budaya, kita sudah bertemu dengan tokoh masyarakat dan ninik mamak Gunung Pangilun kemarin,” kata Arfian di Padang, Sabtu (08/02/2020).
Arfian menambahkan, perlu adanya komitmen bersama dari seluruh ninik mamak suku, karena kawasan ini merupakan tanah ulayat dari suku. Ninik mamak dan masyarakat diharapkan mendukung pemerintah dalam pengembangan kedepannya.
“Kita harapkan komitmen dari seluruh tokoh masyarakat untuk pengembangan ke depannya,” kata Arfian.
Hadir dalam pertemuan Jumat (07/02) itu, ninik mamak sembilan suku yang ada di dua kelurahan, Gunung Pangilun dan Tabing Banda Gadang.. Diantara ninik mamak tersebut ada tokoh terkemuka, Halius Hosen.
Halius Hosen menyampaikan, sepanjang pengembangan ini untuk kesejahteraan masyarakat, pihaknya bersama ninik mamak yang lain kami akan memberikan dukungan.
“Kami beserta ninik mamak mendukung pengembangan Benteng Gunung Pangilun sebagai destinasi wisata,” kata Halius.
Pada kesempatan itu, ditandai dengan pelepasan balon dimulainya kegiatan Jelajah Gunung Pangilun yang akan dilakukan oleh Komunitas Cagar Budaya.(der)






