
PAINAN – Anak-anak dari keluarga korban kerusuhan Wamena, Papua yang berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan prioritas terkait pendidikan. Mereka diberi kemudahan dan dipercepat pengurusan kepindahannya ke sekolah yang baru.
Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Pesisir Selatan, Muskamal, Bupati Hendrajoni telah menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan setempat. Instruksi itu terkait mempercepat pelayanan pendidikan bagi anak-anak korban Wamena yang sudah berada di kampung halaman.
“Pelayanan pendidikan bagi anak-anak korban kerusuhan Wamena harap dipercepat. Yang penting mereka segera sekolah kembali,” kata Muskamal
saat memimpin rapat koodinasi penanganan warga asal Pesisir Selatan korban kerusuhan Wamena, Selasa (8/10/2019).
Dari catatannya, ada sebanyak 291 perantau asal Pesisir Selatan telah sampai di kampung halaman. Khusus bagi anak-anak mereka, agar bisa secepatnya kembali ke sekolah.
“Mulai besok (Rabu, 8/10) anak-anak para perantau sudah bisa datang ke sekolah terdekat, baik ke SD sederajat, SMP sederajat dan SMA sederajat untuk memulai proses belajar mengajar,” ujar Muskamal.
Dikatakan, bagi anak-anak yang tidak memiliki seragam sekolah dan perlengkapan sekolah lainnya, pihaknya menyediakan pakaian secara gratis.
“Bagi anak-anak yang tidak memiliki seragam dan perlengkapan sekolah untuk sementara juga bisa memulai proses belajarnya dan hal itu kami telorir, setelah itu akan diberi pakaian secara cuma cuma,” sebutnya.
Begitu juga bagi para perantau yang dokumen kependudukannya hilang pada insiden tersebut, pihaknya juga siap untuk membuatnya kembali.
“Untuk memudahkan prosesnya bisa dengan menyerahkan foto copi KTP atau KK, kalaupun tidak ada cukup beritahu nama lengkap dan alamat selama di Wamena dan kami akan memprosesnya,” katanya lagi.
Berdasarkan data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, saat ini sudah ada 31 orang yang terdata membutuhkan KTP dan KK. Ke-31 orang tersebut kini sedang diproses Disduk Capil.
Selain itu pihaknya juga siap membantu jika diantara perantau ada yang membutuhkan layanan kesehatan namun kartu BPJS Kesehatan miliknya rusak.
“Yang penting berobat dulu, pemindahan layanan faskes kesehatan akan kami bantu pengurusannya,” katanya lagi.
Sementara bagi para perantau yang tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan namun membutuhkan layanan kesehatan tetap harus berobat dan biayanya akan dibantu oleh rumah sakit daerah dan Baznas setempat.
Ia mengungkapkan langkah-langkah tersebut ditempuh berdasarkan hasil rapat koordinasi antara pihaknya dan instansi terkait pada Selasa siang.
Ditambahkan guna memudahkan koordinasi Pemkab Pessel mendirikan pos terpadu penanganan korban kerusuhan Wamena.(zal)






