
PAINAN – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menegaskan, perantau Pesisir Selatan yang menjadi korban dalam kerusuhan di Wamena, Papua adalah pejuang daerah. Jenazah akan disemayamkan di kantor bupati sebelum diberangkatkan ke rumah keluarga masing – masing.
“Mereka adalah para pejuang daerah yang ditakdirkan meninggal di rantau orang,” ungkap Hendrajoni, Kamis (26/9/2019).
Jenazah delapan korban kerusuhan Wamena, Papua asal Pesisir Selatan dijadwalkan tiba sore ini di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Pemkab Pesisir Selatan menyiapkan prosesi penyambutan dengan menyediakan delapan unit ambulan.
“Sampai di Painan, jenazah akan disemayamkan terlebih dulu di kantor bupati sebelum dipulangkan ke rumah duka di Bayang Utara, Batangkapas dan Lengayang,” ulasnya.
Hendrajoni menambahkan, prosesi upacara penjemputan di kantor bupati sebagai penghormatan dan penghargaan kepada jenazah.
Seperti diberitakan, delapan warga Pesisir Selatan meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka akibat kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua pada Senin (23/9).
Ketua DPW IKM Papua, Zulhendri Sikumbang mengatakan, ada 10 orang perantau asal Pesisir Selatan yang menjadi korban.
“Korban keseluruhan yang mendapat musibah di Wamena ada 10 orang,” ungkapnya saat di hubungi wartawan, Selasa (24/9).
Korban tersebut, ujar Zulhendri ada delapan orang yang meninggal dunia, dua luka-luka satu di antara masih dalam keadaan kritis.
“Jadi ada delapan orang yang meninggal , dua luka-luka dengan satu berkondisi kritis dan sekarang berada di rumah sakit Wamena, Papua,” jelasnya. (fdc/afz)






