
PADANG – Pengerjaan pedistrian di sepanjang Pantai Air Manis didukung pedagang yang berjualan di kawasan itu. Meskipun awalnya sempat khawatir pembangunan itu akan menyebabkan mereka tergusur.
“Pembangunan pedistrian justru akan menjadikan kawasan pantai lebih cantik dan mendatangkan pengunjung lebih banyak. Makanya melalui musyawarah dengan pedagang kita carikan solusinya. Mereka tidak digusur tetapi ditata masih di kawasan itu,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan saat mengunjungi lokasi, Selasa (10/09/19).
Kunjungan ke lokasi pembangunan pedistrian tersebut dilakukan bersama Asisten II, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP) yang juga Plt. Kepala Dinas PUPR serta Kepala Bagian Pembangunan Setda Kota Padang.
Arfian mengatakan, ada sebanyak 60 pedagang yang menempati sisi pantai yang akan ditata. Mereka semua akan tetap berdagang, hanya diminta lebih mundur dari pantai.
“Pedagang diminta untuk tidak terlalu maju, agar posisi pedistrian tidak terpakai oleh lapak-lapak pedagang,” ujarnya.
Seperti pengakuan salah seorang pedagang, asalkan mereka masih bisa berdagang mereka setuju saja ditata. “Pokoknya tempat kami jangan hilangkan, dimana saja ditata kami setuju saja,” kata ibu paro baya, Linis.
Anwar (52) menambahkan, “Tidak ada yang tidak selesai dengan musyawarah. Kami dari pihak pedagang mendukung pembangunan tapi ajak kami bermusyawarah.”
Adapun pengerjaan pedistrian ini sejalan dengan revitalisasi objek Batu Malin Kundang. Ditargetkan tuntas sampai akhir 2019. Pembangunannya menggunakan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) sebesar Rp. 13,5 milyar.
Pedistrian melengkapi kebutuhan akses Pantai Air Manis menuju objek Batu Malin Kundang. Disamping itu jadi sarana berolahraga jalan kaki bagi pengunjung.
Sedangkan objek Batu Malin Kundang akan direvitalisasi. Kondisinya akan dibebaskan dari timbunan pasir.(der)





