Pembangunan Jembatan Mapadegat, Akses Strategis Pariwisata
  • Home
  • Berita
  • Pembangunan Jembatan Mapadegat, Akses Strategis Pariwisata

Pembangunan Jembatan Mapadegat, Akses Strategis Pariwisata

MENTAWAI – Jembatan penghubung Desa Tuapejat ke Sido Makmur hingga Sipora Utara bakal terwujud. Menyusul dilakukannya groundbreaking pembangunan jembatan akses strategis pariwisata di Mapadegat, Rabu (14/08/2019).

“Pembangunan jembatan Mapadegat merupakan posisi yang sangat strategis untuk mendukung pariwisata. Jembatan ini juga penting untuk akses dari Desa Tuapejat dengan Sido Makmur hingga Kecamatan Sipora Utara,” kata Sekretaris Dinas PUPR Mentawai Aamen Simanjorang di Home Stay Mapadegat di sela groundbreaking.

Menurut Asmen, pelaksanaan groundbreaking jembatan membuktikan pemerintah serius untuk pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata. Terutama objek wisata potensial seperti Home Stay Mapadegat.

Secara teknis, pihaknya telah melakukan upaya percepatan pembangunan jembatan. Secatra teknis, sudah dari awal prosesnya, mulai dari memproduksi komponen pabrikannya. Saat ini sudah 90 persen penyelesaiannya untuk persiapannya berupa bahan- bahan konstruksi jembatan.

“Minggu ketiga sudah di mobilisasi menuju lokasi pembangunan jembatan Mapadegat” sebut Asmen.

Dia menjelaskan, jembatan Mapadegat ini tipenya B baja girde komposit mengikuti standar bina marga. Jembatan dikhonstruksi sederhana dengan struktur utama girder memanjang dirancang sebagai sitem komposit antara gelagar baja dan beton.

Ukuran jembatan sendiri panjangnya 60 meter, lebar 7 meter, jalur lalu lintas jembatan 6 meter dan trotoarnya setegah meter kiri kanan, sedangkan panjang jembatan terdiri dari tiga bentang masing-masingnya 20 meter dan bagian tengah jembatan ada dua pilar poros , tuturnya.

Dikatakan, pembangunan jembatan dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler senilai Rp. 8,073 miliar. Masa pelaksanaan 225 hari kalender dan terhitung kontrak kerja 7 Mei berahkir 17 Desember 2019.

General Superintendent PT. Wasaka Tomo Engineering, Yohanes menuturkan, pengerjaan pembangunan jembatan Mapadegat hanya terkendala soal mobilisasi material. Pihaknya menyewa tongkang untuk membawa tiang pancang beton ke lokasi dengan biaya besar.

“Kalau secara teknis pengerjaan jembatan tidak ada kendala. Kendalanya soal mobilisasi material. Kami harus sewa tongkang. Biayanya besar,” ucap Yohanes.

Dia menjelaskan proses pengerjaan jembatan untuk pemancangan teridiri dari 40 titik pancang beton dengan ukuran panjang masing-masing 20 meter dan terbagi tiga segmen yaitu 20 meter dilakukan secara bertahap. (Ers)

Berita Terkait

Leave a Reply