
MENTAWAI – Jalan menuju Dusun Berkat, Kecamatan Sipora Utara kondisinya seperti kubangan kerbau. Jalan yang dikerjakan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) pada Februari 2019 lalu itu tidak kunjung dilanjutkan.
Hal itu dikeluhkan warga dusun Berkat, seperti diungkapkan Kepala Dusun setempat, Jusmen Sababalat saat di konfirmasi padangmedia.com, Kamis (8/8). Informasinya akan ada lanjutan pembangunan jalan sepanjang 500 meter tahun ini, tapi hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda dibangun.
“Hampir setiap hari masyarakat Dusun Berkat mamakai akses jalan berlumpur itu. Padahal jalan ini penting untuk akses ekonomi masyarakat,” kata Jusmen Sababalat.
Yang mirisnya lagi, ungkap Jusmen, bagi anak-anak sekolah serta guru mengajar di SD 11 Berkat, setiap hari melewati jalan penuh lumpur dan berlobang itu. Apalagi bila terguyur hujan, kendaraan apapun sulit melewatinya.
Dia berharap akses jalan yang rusak dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. “Sebagaimana janji pemerintah akan ada pembangunan jalan menuju dusun berkat yang permanen bukan pengerasan jalan,” tuturnya.
Kepala Dusun Turonia Jonar Tambah, saat melakukan kegiatan kunjungan dalam aksi kemanusiaan di SD 11 Berkat, dia juga melihat kondisi jalan yang berlumpur itu.
Ia mengatakan, jarak Dusun Berkat dari pusat kabupaten tidak jauh, lebih kurang 5 kilometer dari Kantor Kecamatan Sipora Utara. Tahun lalu, jalan ini sudah dipetakan pihak PU Mentawai yang katanya akan dikerjakan oleh PU Provinsi Sumbar.
“Kita tidak tahu kapan jadinya di bangun jalan tersebut, tapi dari informasi yang dirangkum tahun ini Pemprov Sumbar melalui pemda akan membangun jalan sepanjang 500 meter,” ucap Jonar Tambah. (Ers)






