
MENTAWAI – Kelompok Pengolah dan Pemasaran Persatuan Ikan (Poklah Sar PPI) Tuapejat mengeluhkan kelangkaan es. Hal ini dampak tidak beroperasinya pabrik es milik Dinas Perikanan Mentawai sudah hampir sepekan.
“Memang sudah hampir satu minggu lebih pabrik es milik Dinas Perikanan Mentawai tidak beroperasi, sehingga kami kewalahan untuk mencari es untuk ikan hasil tangkapan,” kata Sekretaris Poklah Sar PPI, Jepri di Tuapejat, Sabtu (6/7/2019).
Menurutnya, tidak beroperasinya pabrik bukan hanya dalam minggu ini, bahkan sudah berlangsung lama. Kejadian tersebut sudah berulang kali. Mesin pabrik itu kemungkinan kerap berulah.
Akibat tidak beroperasinya pabrik es, pedagang ikan TPI di KM 2 Tuapejat terpaksa mencari batu es di tempat warga.
“Itu pun tidak mencukupi dibandingkan pasokan ikan yang masuk,” ujar Jepri.
Sedangkan kapal nelayan yang akan memasok ikan ke TPI setempat, juga berusaha mendapatkan es di luar Tuapejat. Nelayan mengeluarkan biaya besar karena untuk mendapatkan es dari harus ke Sikakap bahkan ke Padang.
Dampak ketiadaan es dan tingginya operasional, nelayan terpaksa menjual ikan dengan harga lebih mahal.
“Mau tak mau para nelayan menjual ikan mahal, akibatnya masyarakat yang membutuhkan ikan juga diberatkan,” tutur Jepri.
Akibat lain dari tidak beroperasinya pabrik es, pasokan ikan ke TPI Tuapejat berkurang. Dikatakan Jepri, biasanya berkisar 2 sampai dengan 3 ton perhari, sekarang berkurang disesuaikan dengan kapasitas es yang bisa didapatkan.
Bukan itu saja, lanjut Jepri, jumlah penjualan ikan di TPI Tuapejat juga menurun. “Biasa mencapai 500 kg perhari, karena pabrik es tidak jalan penjualan ikan hanya mampu keluar 200 kg sampai 300 kg perhari,” tukuknya.
Besarnya dampak terhadap nelayan akibat tidak beroperasinya pabrik es, Jepri atasnama Poklah Sar PPI meminta dinas terkait betul-betul memperhatikan ini. “Kami berharap operasional pabrik es tidak terkendala lagi,” harapnya. (Ers)





