
AGAM – Sebanyak 70 bentuk inovasi unggulan mengantarkan Pemerintah Kabupaten Agam masuk nominator penerima Inovative Government Award (IGA) tahun 2018. 70 inovasi tersebut dibagi atas tiga kelompok penilaian, yaitu inovasi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik dan inovasi lainnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Agam, Welfizar, menyebutkan, pola pelaksanaannya berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini pemerintah menggunakan indeks inovasi daerah, termasuk input dari dokumen yang dibutuhkan. Setelah itu, baru Kemendagri melakukan klasifikasi berdasarkan input yang dimasukkan secara diam-diam.
Menurut Welfizar, data yang di-input pihaknya baru sebulan terakhir, dan secara tiba-tiba tim Kemendagri menghubungi Pemkab Agam, bahwa atas klasifikasi yang dilakukan, Agam layak sebagai nominator pemerima IGA. Tim dari Kemendagri melakukan verifikasi lapangan siang kemarin, Selasa (13/11).
Di bidang inovasi tata kelola pemerintahan daerah, terdapat empat inovasi yang dilakukan Pemkab Agam. Di antaranya, CLEAN (klinik perencanaan), SP2D Online, e-votting (pilwana) dan sistem aplikasi persidangan (e-persidangan).
Sedangkan dibidang pelayanan publik, terdapat sebanyak 17 inovasi. Di antaranya, pelayanan keliling kecamatan, klinik verifikasi SPJ keuangan nagari, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana kecamatan/nagari (TRC-PB), klinik IMB dan belasan inovasi lainnya.
Sementara itu, di bidang inovasi bentuk lainnya, seperti Dra Lanterus (Drainase Jalan Terus), literasi sekolah madani, calon pengantin menanam, pelayanan administrasi kependudukan di nagari sistim jemput bola dan puluhan inovasi lainnya.
Welfizar menjelaskan, penilaian IGA dimaksudkan guna mendorong ASN untuk selalu berinovasi dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
“Tentu yang tak kalah penting apabila kita mendapatkan penghargaan IGA, akan menjadi kredit poin bagi kita dari Kemendagri,” ujarnya. (fajar/*)





