
PADANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang mengaku masih terus melakukan evaluasi terhadap partisipasi pemilih. Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 27 Juni 2018 lalu, tingkat partisipasi pemilih sudah naik sekitar 11 persen dari pemilihan sebelumnya.
Ketua KPU Kota Padang Muhammad Sawati usai rapat pleno penetapan pasangan calon (paslon) terpilih hasil pilkada Kota Padang, Rabu (25/7) menegaskan, pihaknya masih akan terus melakukan evaluasi untuk menggenjot partisipasi lebih baik lagi.
“Dibanding pemilihan sebelumnya, sudah naik sekitar 11 persen dari 52 persen menjadi sekitar 63,76 persen. Namun KPU masih akan terus melakukan evaluasi agar partisipasi masyarakat dalam pemilihan lebih baik lagi,” katanya.
Dia menyebutkan, KPU akan menyusun strategi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar partisipasi dalam pemilihan semakin meningkat. Menurutnya, KPU Kota Padang akan berupaya untuk mencapai target partisipasi nasional 77,5 persen.
Dia mengakui ada beberapa faktor yang menjadi kendala untuk meningkatkan partisipasi tersebut. Salah satunya adalah pemilih terdaftar tetapi berada di daerah lain pada saat pemilihan.
“Misalnya pemilih yang berstatus mahasiswa dan sedang belajar di luar daerah. Pada saat pendataan, mereka terdaftar namun pada saat pemungutan suara tidak bisa hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS),” terangnya.
Selain upaya keras yang akan dilakukan oleh KPU, Sawati juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan pendidikan politik kepada masyarakat pemilih. Semua pihak terkait hendaknya bisa meyakinkan masyarakat untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.
Dari sebanyak 535.265 pemilih terdaftar untuk pilkada Kota Padang tahun 2018, yang menggunakan hak suara sebanyak 341.281 pemilih atau 63,76 persen. Dari jumlah tersebut suara sah adalah sebanyak 337.764 suara (98,97 persen) sedangkan suara tidak sah 3.517 suara (1,03 persen).
Pilkada Kota Padang tahun 2018 dimenangi oleh pasangan calon nomor urut 2 Mahyeldi – Hendri Septa. Pasangan yang diusung PKS dan PAN ini unggul dari paslon nomor urut 1 Emzalmi – Desri Ayunda.
Mahyeldi – Hendri Septa meraih 212.526 suara atau 62,92 persen. Sedangkan pasangan Emzalmi – Desri Ayunda hanya meraih 125.238 suara atau 37,08 persen. Pemungutan suara berlangsung di 1.600 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 104 kelurahan pada 11 kecamatan. (fdc)






