
MENTAWAI – Polri dan TNI di Kepulauan Mentawai melakukan evaluasi Operasi Ketupat 2018 sepanjang arus mudik lebaran. Evaluasi terutama pada transportasi laut. Apalagi belajar dengan musibah yang terjadi di Danau Toba Sumatera Utara beberapa pekan lalu.
“Alhamdulillah, selama arus mudik hingga arus balik lebaran di Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak ada kejadian yang menonjol terhadap transportasi laut,” kata Kapolres Mentawai, AKBP Hendri Yahya saat evaluasi Operasi Ketupat 2018 di aula Mako Polres Kepulauan Mentawai, Senin (25/6).
Ke depan, kata Hedri Yahya, pada hari besar Natal dan Tahun baru di Kepulauan Mentawai akan ditingkatkan pengawasan serta pengecekan jumlah penumpang kapal. Hal itu untuk mengantisipasi kelebihan penumpang agar tidak terjadi seperti di Danau Toba Sumatera Utara.
Sementara untuk kejadian laka lantas nihil kejadian. Perkara kamtibmas tahun ini diakuinya cenderung menurun, baik curas, curat, curanmor serta kriminal. Hanya terdapat satu kejadian, yaitu kebakaran perumahan Mess PU Mentawai beberapa waktu lalu.
“Secara umum, situasi kondisi Kabupaten Kepulauan Mentawai selama arus mudik tahun 2018 aman dan terkendali. Namun, yang menjadi perhatian khusus adalah transportasi laut,” kata Hendri.
Sementara untuk masalah pangan, menurut Kapolres, sudah diantisipasi oleh pihak Satgas Pangan. Di seluruh wilayah Indonesia, berhasil dikumpulkan lebih kurang 700 kasus dengan sekitar 600 pelaku. Adapun kasus pangan seperti penimbunan dan hal lain yang bersangkutan dengan kebutuhan pangan.
Kasdim 0319 Mentawai, Mayor. Czi. Purwadi menambahkan, selama pengamanan Operasi Ketupat 2018 di Kepulauan Mentawai, terkait soal dengan ancaman masuk dari luar tidak ada. Diharapkan kondisi aman dan terkendali.
Dikatakan, kegiatan yang bersamaan dengan Polri dalam pengamanan setiap kapal masuk dan berangkat sudah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Adapun ancaman dari luar seperti paham radikalisme harus segera tindaklanjuti, tukasnya. (ers)






