KM Harapan Bersama dengan Tujuh ABK Dilaporkan Hilang
  • Home
  • Berita
  • KM Harapan Bersama dengan Tujuh ABK Dilaporkan Hilang

KM Harapan Bersama dengan Tujuh ABK Dilaporkan Hilang

Lokasi diduga hilangnya KM Harapan Bersama. (ers)

MENTAWAI – Kapal Motor bermerk Harapan Bersama dengan tujuh Anak Buah Kapal (ABK) dilaporkan hilang kontak di perairan laut Mentawai. Kapal itu dalam perjalanan dari Pelabuhan Maileppet, Pulau Siberut, Mentawai dengan tujuan Pelabuhan Muara, Padang.

“Kami menerima laporan dari pemilik kapal, bapak Andreas bahwa kapalnya dengan Kapten Zalnudin dan enam ABK hilang kontak. Sampai saat ini belum sampai di Padang,” kata Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Akmal di Tuapeijat, Selasa (8/5) malam.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah menurunkan tim pencarian yang terdiri dari SAR, Polisi Airud, TNI AL dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai serta mengerahkan kapal pencarian dengan KM Ramawijaya.

Kejadian hilang kontak KM dengan nama lambung Harapan Bersama yang bermuatan kopra dan manau itu, menurut Akmal, bermula saat kapal bertolak dari Pelabuhan Maileppet pada Senin (7/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Kapal diperkirakan sampai di Pelabuhan Muara Padang pada pukul 22.00 WIB. Namun, sampai saat itu, kapal tersebut belum juga sampai.

Komunikasi terakhir dengan pemilik kapal bersama kapten kapal yakni pada pukul 14.00 WIB.

Beberapa perkiraan dan kemungkinan dalam laporan tersebut merupakan perhitungan awal pihaknya. Termasuk kondisi cuaca yang terjadi di perairan laut Mentawai.

“Bisa juga terjadi kerusakan mesin. Itu semua kemungkinannya. Namun, kami berharap pencarian itu berjalan lancar dan semuanya dalam kondisi baik-baik saja,” katanya.

Sementara, Kepala Kakansar Kepulauan Mentawai mengimbau masyarakat nelayan atau kapal-kapal yang melakukan pelayaran untuk ikut memantau kapal tersebut dan segera melakukan pertolongan awal jika menemukan tanda-tanda.

Di tempat terpisah, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Mentawai, Letkol Anis Munandar mengatakan, pihaknya sudah menurunkan beberapa personel dalam operasi tersebut. “Kami minta semua perkembangan dapat dilaporkan dengan cepat,” tukasnya. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply