
PADANG -Sudah cukup lama dinantikan adanya akses jalan baru, masyarakat di Kelurahan Ikur Koto (KPIK) Kecamatan Koto Tangah membebaskan lahan mereka sepanjang 300 x 3 meter guna membuka akses jalan baru yang bisa menghubungkan jalan dari Surau Gadang ke Lubuk Minturun.
Kasi Pemberdayaan Kelurahan Ikur Koto, Marzali mengatakan, dalam kegiatan itu, pihak lurah mengarahkan RT dan RW serta masyarakat agar kegiatan manunggal itu lancar sampai tuntas. Pengerjaan pembuatan jalan adalah dari swadaya dan permintaan masyarakat sendiri.
“Dalam hal ini, swadaya masyarakat berupa pembebasan lahan lebih kurang 300 x 3 meter untuk tahap sekarang. Kalau dihitung nominal uangnya sekitar Rp450 juta. Sementara untuk pohon produktif juga dari masyarakat ikhlas ditebang agar akses jalan ini terwujud, semuanya swadaya masyarakat. Alhamdulillah, semuanya sudah ada kesepakatan bersama,” ungkapnya, Minggu (22/4) .
Ketua RT 03 RW 03, Syamsir, menyampaikan syukurnya dengan
dapatnya bantuan dari pemerintah melalui program manunggal serta ada beberapa suku dari masyarakat yang menyerahkan lahan untuk membuka akses jalan baru. Dalam waktu dekat ini akan dikerjakan.
“Kita akui akses ini memang adalah jalur perlintasan dari surau Gadang ke Lubuk Minturun yang melalui dua RT yakni RT 02 dan 03. Akses jalan ini memang sudah harus ada karena ke depannya tentu dengan adanya jalan baru ini bisa melancarkan semua aktifitas warga yang selama terisolir di sini,” ujarnya.
Dikatakan, keinginan untuk membuka jalan sudah cukup lama. Tapi, selama ini masalahnya adalah pembebasan tanah dari masyarakat.
“Alhamdulillah, saat ini masyarakat kita disini sadar dengan adanya keikhlasan dari mereka untuk menghibahkan sebagian tanah mereka untuk akses jalan baru ini,” jelasnya.
Sementara, Anggota DPRD Kota Padang Elvi Amri mengatakan, itu membuktikan bahwa keinginan masyarakat Ikur Koto berpikiran maju untuk pengembangan pembangunan akses jalan baru. Intinya, keinginan dan kesadaran dimiliki masyarakat untuk pembangunan dimiliki cukup tinggi sehingga sinkron dengan program pemko, yakni program Manunggal.
Bila tidak ada swadaya yang cukup tinggi dari masyarakat, ia yakin program manunggal itu tidak jalan. Karena, yang memiliki tanah di sana adalah masyarakat sendiri, yakni adanya pusako rendah (pribadi, red) dan pusako tinggi (kaum,red). Adanya kesadaran yang cukup tinggi oleh masyarakat untuk pembangunan patut diapresiasi, katanya. Untuk surat menyurat dalam pembahasan lahan semua sudah cukup, tinggal pelaksanaannya.
“Selaku wakil rakyat di DPRD Kota Padang saya sangat apresiasi sekali terhadap pihak kelurahan,LKM, LPM, RT dan RW, semua pihak yang berperan, terutama dalam hal ini RT setempat selaku ujung tombaknya yakni di RT 02 dan 03 di RW 03,” kata putra asli anak Nagari Koto Tangah itu.
Pada Manunggal tahun 2018 tanggal 26 April ini, ia akan melihat langsung pelaksanaan kegiatan manunggal tersebut di titik-titik pengerjaan di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah apakah sudah sesuai perencanaan dengan tujuan supaya semua pelaksanaan program pemerintah ini lancar tanpa ada kendala.
Selaku anggota dewan, Elvi telah menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan KPIK yang direalisasikan tahun 2018 ini. Di antaranya drainase dan betonisasi jalan yang pelaksanaannya sudah berjalan 50 persen. Kemudian, bantuan sesuai kebutuhan untuk lima kelompok tani, serta satu unit mobil ambulance untuk Masjid Raya Ikur Koto yang dapat digunakan oleh semua masyarakat KPIK dan sekitarnya. Khusus untuk ambulans dalam minggu ini dananya sudah dapat dicairkan.
Sementara, untuk betonisasi akses jalan baru tersebut, Elvi berjanji akan dianggarkan untuk pelaksanaan tahun 2019. “Selaku anggota dewan putra asli dari daerah Ikur Koto, saya akan selalu berusaha melalukan hal yang terbaik untuk daerahnya di KPIK,” ungkapnya. (baim)






