
PADANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang memasang target 70 persen partisipasi pemilih untuk pemilihan Walikota – Wakil Walikota (Pilwako) tahun 2018. Target ini diakui cukup berat namun sosialisasi terus digencarkan untuk menggenjot partisipasi pemilih.
Ketua KPU Kota Padang Muhammad Sawati dalam kegiatan gerak jalan sehat Sabtu (14/4) menjelaskan, sosialisasi dilakukan dengan berbagai cara dan melalui beragam media penyampaian.
“Pada intinya sosialisasi tersebut semuanya bertujuan untuk menggenjot partisipasi pemilih dalam Pilkada yang akan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang,” katanya.
Sawati mengakui, pada Pilwako tahun 2013 lalu, partisipasi pemilih di Kota Padang masih rendah. Namun, untuk pemilihan gubernur – wakil gubernur (Pilgub) tahun 2015 partisipasi sudah mulai meningkat.
“Melihat peningkatan partisipasi pada Pilgub kami optimis target tersebut bisa dicapai pada Pilwako kali ini,” ujarnya.
Gerak Jalan Sehat yang digelar kali ini, lanjutnya, juga sebagai upaya KPU dalam menarik perhatian masyarakat terkait pelaksanaan Pilwako. Dengan demikian, masyarakat menyadari bahwa Kota Padang tengah menggelar suksesi kepemimpinan.
“Sedikitnya, ada 25 kali kegiatan sosialisasi yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak selama masa suksesi kepemimpinan ini dengan harapan masyarakat yang menggunakan hak pilih pada pemilihan nanti semakin meningkat,” harapnya.
Berdasarkan data padangmedia, pada Pilkada Kota Padang tahun 2013 partisipasi pemilih hanya sekitar 52,79 persen. Dari 560.723 permilih yang menggunakan hak pilih hanya 296.003 orang.
Sawati berharap, pasangan calon (paslon) juga berpartisipasi aktif dalam bersosialisasi. Selain mengkampanyekan diri masing-masing, paslon juga hendaknya mengajak masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kami berharap, paslon tidak sekedar berkampanye tetapi juga bersosialisasi memberikan pencerdasan kepada masyarakat dan mengajak untuk datang ke TPS,” harapnya.
Dia memuji, Pilkada Kepulauan Mentawai termasuk sukses dalam arti pasangan calon ikut bersosialisasi. Terbukti, dengan sosialisasi tersebut KPU terbantu dan partisipasi masyarakat untuk memilih meningkat tajam, hingga sekitar 81 persen.
Pilkada Kota Padang digelar serentak dan merupakan bagian dari 171 daerah di Indonesia yang menggelar pilkada tahun 2018 ini. Pemilihan kali ini hanya diikuti dua pasangan calon, berbeda dari kondisi lima tahun lalu yang diikuti 10 paslon, terbanyak di Indonesia.
Dua paslon yang berkompetisi di Pilkada Kota Padang adalah paslon nomor urut 1 Emzalmi – Desri Ayunda dan paslon nomor urut 2 Mahyeldi – Hendri Septa. Emzalmi – Desri diusung oleh koalisi tujuh partai politik sementara Mahyeldi – Hendri diusung koalisi parpol. (feb)






