
PADANG – Pembangunan dan pembinaan Kampung Keluarga Berencana (KB) membutuhkan peran lintas sektoral. Kelompok Kerja (Pokja) memegang peran kunci untuk keberhasilan pembangunan dan pembinaan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang Heryanto Rustam mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Pokja Kampung KB Berok di Kantor Lurah Gunung Pangilun, Rabu (21/2).
“Keberadaan Pokja sangat penting guna koordinasi segala program lintas sektoral yang diarahkan ke Kampung KB,” katanya.
Menurutnya, dibentuknya kampung KB bukan berarti selalu berkutat dengan urusan kependudukan. Tetapi lebih kepada peningkatan kesejahteraan di wilayah setingkat RW yang tadinya dianggap kumuh dan tertinggal.
“Untuk itu berbagai program lintas sektoral diarahkan ke kampung KB sehingga kemiskinan dan masalah sosial lainnya dapat dituntaskan,” lanjutnya.
Lebih jauh menurutnya, perkembangan kampung KB Berok sangat pesat. Hal itu tidak lepas dari peran Pokja yang didorong oleh Lurah Gunung Pangilun Andi Amir. Setelah dianggap yang paling baik di Kota Padang diharapkan menjadi percontohan untuk kampung KB yang lain.
Acara pertemuan ini dihadiri Camat Padang Utara Editiawarman, Sekcam dan Lurah Babinkamtibmas, Ketua LPM dan sekitar 40-an anggota Pokja Kampung KB Berok Gunung Pangilun. Pada kesempatan ini menghadirkan narasumber Kasi Pembinaan Kesertaan KB pada DP3AP2KB Misnawti. Materi yang dibahas adalah seputar program kerja Pokja Kampung KB Berok Gunung Pangilun yang akan dilaksanakan di 2018.
Disela itu, Lurah Gunung Pangilun Andi Amir mengatakan, pembangunan di Kampung KB dikeroyok melalui program dari berbagai dinas dan instansi.
“Misalnya Dinas Pertanian memprogramkan bantuan benih dan bibit ikan. Kemudian DP3AP2KB memberikan pelatihan, pembinaan, dan pelayanan KB. Khusus Dinas PUPR tahun ini akan membuat drainase dan pengerasan jalan,” katanya.
Menurut Andi Amir, disamping swadaya masyarakat yang tinggi dalam partisipasi untuk pembangunan infrastruktur, dalam hal program KB juga sudah cukup bagus.
“Hanya perlu edukasi secara terus-menerus agar masyarakat memahami tujuan ber-KB untuk menuju keluarga sejahtera,” tuturnya.(der)






