
PADANG – Memeriahkan peringatan HUT RI Ke- 72, Perguruan Silat Harimau Gunung menggelar kesenian Minangkabau Pencak Silat, Rabu (16/8) malam, bertempat di Gunung Pangilun.
Wakil Walikota Padang H. Emzalmi Zaini yang membuka kegiatan dalam sambutannya menyampaikan, silat merupakan warisan para leluhur kita. Terutama di Minangkabau, silat atau silek tak bisa dilepaskan dengan kehidupan orang Minangkabau.
“Lelaki Minangkabau mesti pandai basilek,” ujar Wawako.
Wawako mengatakan, ketika seorang anak laki-laki di Minangkabau beranjak dewasa, maka dia akan tidur di surau. Di surau tersebut, di samping belajar agama, dia juga akan belajar silek.
“Dulu pelajaran agama dan silek diberikan di surau-surau. Setelah mengaji di surau, maka remaja di Minangkabau akan diajarkan silek untuk bekal merantau,” katanya.
Karena remaja Minangkabau dulu diajarkan mengaji dan basilek, makanya mereka terjauh dari perbuatan negatif, seperti mengkonsumsi minuman keras atau sejenisnya. Mengaji dan basilek efektif untuk mencegah perilaku menyimpang, seperti minuman keras, narkoba dan lainnya. “Untuk itu, kami dari pemerintah kota sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Emzalmi.
Wawako juga berpesan kepada ninik mamak agar menjaga anak kemenakan dari bahaya narkoba yang setiap saat bisa mengancam. Hadir pada kesempatan itu, tuo-tuo silek dan ninik mamak di daerah tersebut. (baim/by)





