Polres Mentawai Gelar Peringatan Nuzul Quran Bersama Personil
  • Home
  • Berita
  • Polres Mentawai Gelar Peringatan Nuzul Quran Bersama Personil

Polres Mentawai Gelar Peringatan Nuzul Quran Bersama Personil

Polres Mentawai menggelar kegiatan kerohanian dalam rangka memperingati Nuzul Quran bersama personil, Senin (12/6) di Mushalla Subulusalam. (ers)
Polres Mentawai menggelar kegiatan kerohanian dalam rangka memperingati Nuzul Quran bersama personil, Senin (12/6) di Mushalla Subulusalam. (ers)

MENTAWAI – Kepolisian Resor (Polres ) Kepulauan Mentawai menggelar kegiatan kerohanian dalam rangka memperingati Nuzul Quran bersama personil, Senin (12/6) di Mushalla Subulusalam. Kegiatan diawali dengan pemberian bingkisan kepada personil Polres Kepulauan mentawai dan awak media serta dilanjutkan berbuka puasa bersama.

Kapolres Mentawai, AKBP. Hasanuddin, SAg dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut untuk meningkatkan keimanan personel Polri sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial. “Mari kita dukung kegiatan kerohanian ini sebagai landasan keimanan kita kepada Allah SWT dalam memperingati nuzul quran serta menyemarakkan bulan suci ramadhan untuk meningkatkan ibadah serta memantapkan iman dan taqwa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, katanya, sekaligus sebagai sarana untuk mengevaluasi diri dalam rangka bermuhasabah kepada Allah SWT serta dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, bangsa dan negara. Di tempat yang sama, Ustadz Humastono dalam tausyiahnya menyampaikan sekilas tentang sejarah turunnya Alquran.

Dikatakan, sebenarnya malaikat Jibril telah menyampaikan firman-firman Allah atau Alquran kepada Nabi Muhammad dengan beberapa cara. Malaikat Jibril memasukkan wahyu itu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW tanpa memperlihatkan wujud aslinya. Rasullah tiba-tiba saja merasakan wahyu itu telah berada di dalam hatinya. Suatu ketika, malaikat Jibril juga pernah menampakkan dirinya sebagai manusia laki-laki dan mengucapkan kata-kata di hadapan Nabi SAW. Itulah metode lain yang digunakan malaikat Jibril untuk menyampaikan Alqur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, wahyu juga turun kepada Nabi Muhammad SAW seperti bunyi gemerincing lonceng. Menurut Rasulullah, cara inilah yang paling berat dirasakan, sampai-sampai Rasulullah mencucurkan keringat meskipun wahyu itu turun di musim yang sangat dingin.

Cara yang lain adalah malaikat Jibril turun membawa wahyu kepada Nabi Muhammad saw dengan menampakkan wujudnya yang asli. Rasulullah SAW senantiasa menghafalkan setiap wahyu yang ia terima. Ia mampu mengulangi wahyu tersebut dengan tepat, sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh malaikat Jibril. Dalam hal ini, malaikat Jibril juga berperan untuk mengontrol hafalan Alqur’an Rasulullah saw. Ustadz Humastono berharap momen bulan suci ramadhan dapat digunakan untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply