Gunung Marapi Meletus, Radius 3 Kilometer Tak Boleh Beraktifitas
  • Home
  • Berita
  • Gunung Marapi Meletus, Radius 3 Kilometer Tak Boleh Beraktifitas

Gunung Marapi Meletus, Radius 3 Kilometer Tak Boleh Beraktifitas

Letusan abu vulkanik Gunung Marapi terlihat hingga ke daerah Lintau Buo, Kab.Tanah Datar, Minggu (4/6). (ist)
Letusan abu vulkanik Gunung Marapi terlihat hingga ke daerah Lintau Buo, Kab.Tanah Datar, Minggu (4/6). (ist)

TANAHDATAR – Untuk menghindari kemungkinan buruk akibat letusan Gunung Marapi, masyarakat dilarang beraktifitas dalam radius 3 kilometer dari puncak atau kawah. Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat meletus dua kali pada Minggu (4/6) siang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan,, larangan tersebut berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan medaki Gunung Marapi pada radius 3 kilometer dari kawah atau puncak,” kata Sutopo.

(baca juga: https://padangmedia.com/gunung-marapi-letuskan-abu-vulkanik-bupati-minta-warga-waspada/ )

Gunung Marapi yang berada pada ketinggian 2.891 meter dari permukaan laut (dpal) terletak di Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat meletus dua kali pada Minggu (4/6) siang. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 10.01 Wib.

“Pada letusan pertama, kolom abu tebal dengan tekanan sedang mengepul mencapai ketinggian 300 meter,” lanjutnya.

Disusul letusan kedua pada pukul 10.22 Wib mencapai ketinggian 700 meter dari puncak. Tidak terdengar suara gemuruh dan dentuman dari Pos Marapi di Kota Bukittinggi yang berjarak sekitar 14 kilometer arah barat laut puncak Marapi.

Sutopo menambahkan, hujan abu tipis terjadi di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanahdatar. Erupsi Gunung Marapi termasuk vulkanian kecil berupa lontaran bom vulkanik yang menyebar di sekitar kawah. Juga disertai kepulan abu hitam tebal yang menyebar sesuai arah angin.

“Erupsi ini merupakan ciri khas Gunung Marapi yang jarang disertai awan panas dan letusan berlangsung singkat. Letusan ini adalah wajar karena status Waspada,” ujarnya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply