
AGAM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam, Yulnasri menghimbau seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Agam agar berperan serta dalam upaya membantu pemerintah untuk menjaga kondisi lingkungan sekitarnya.
“Masyarakat bisa membantu seperti jangan membuang sampah sembarangan apalagi ke bandar dan kali yang bisa menyebabkan banjir. Penting lagi adalah menggalakkan gotong-royong bersama-sama. Tentu hal ini yang akan bisa menekan risiko banjir menjadi lebih kecil,” katanya saat ditemui padangmedia.com, Senin (15/5).
Menurutnya, menghadapi cuaca yang ekstrim, diharapkan agar masyarakat mampu bersama-sama menanggulangi hal tersebut dengan melakukan 3 M Plus, yakni membersihkan, membuang sampah pada tempatnya dan mengubur sampah serta menjaga lingkungan sekitar rumah agar tetap bersih sehingga terhindar dari penyakit.
Dikatakan, membuang sampah di aliran bandar dan kali bisa menyebabkan aliran air tidak lancar. Yang lebih berbahaya adalah membuang kotoran manusia dan hewan ke dalam aliran air bandar dan kali, karena bisa menimbulkan penyakit.
“Limbah hewan ternak dari sebuah pemeliharaan ternak, sebaiknya tidak dibuang ke aliran bandar. Karena, kotoran ternak bisa diolah menjadi pupuk. Bila kotoran ternak dibuang ke aliran bandar dan kali, pemilik ternak akan kehilangan sumber pendapatan, berupa penjualan pupuk organik dari kotoran ternak tersebut,” pungkasnya. (fajar)





