
PADANG – Pemahaman dan implementasi nilai-nilai kebangsaan mulai luntur karena respon dan persepsi yang salah dari pengaruh globalisasi dan reformasi. Hal itu tak pelak menimbulkan kerawanan konflik antar warga dan ancaman disintegrasi bangsa karena multikulturisme atau pluralisme.
“Sejauh ini, di Kota Padang potensi kerawanan memang tidak menjadi hal yang mengkhawatirkan, akan tetapi tetap diperlukan adanya pendidikan wawasan kebangsaan,” kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang Mursalim, AP, M. Si di ruang kerjanya, Rabu (19/4).
Menurut Mursalim, warga Kota Padang yang multi etnis sejauh ini hidup dalam kerukunan. Selalu menjaga kesamaan cara pandang dan ideologi serta cita-citanya diorientasikan untuk memperkokoh dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Terkait pendidikan wawasan kebangsaan, menurut Mursalim, perlu adanya sosialisasi yang intensif terhadap masyarakat lintas suku antar ras dan agama.
“Salah satu kegiatan yang dilakukan Pemko Padang untuk menguatkan kerukunan dan pembauran adalah Pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan,” terang Mursalim.
Kegiatan itu, kata Mursalim, menghadirkan beberapa pembicara dari kalangan perguruan tinggi dengan peserta terdiri dari kelompok masyarakat, ormas dan forum kerukunan umat beragama.
“Kita berharap wawasan kebangsaan menjadi satu cara pandang dalam semangat pembauran,” ujarnya. (der)






