
AGAM – Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lubuk Basung, Agam, Sumatera Barat turun ke jalan, Minggu (2/4) sore. Aksi itu untuk mensosialisasikan bahwa Islam tidak identik dengan kegiatan terorisme.
Peserta aksi dari DPD II HTI Lubuk Basung turun ke jalan dengan membawa bendera dan panji bertuliskan kalimat syahadat dan membagikan brosur kepada pengguna jalan berisi keterangan tentang arti dari bendera dan panji dimaksud.
Aksi turun ke jalan tersebut digelar oleh HTI Lubuk Basung sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya aksi teror yang berimbas pada upaya mendikreditkan Islam.
Ketua DPD II HTI Lubuk Basung Muhammad Syarif menerangkan, banyak orang menganggap bendera tersebut identik dengan kegiatan terorisme. Maraknya aksi terorisme belakangan ini seperti memojokkan Islam.
“Banyak orang mengira bahwa bendera ini identik dengan terorisme, kami tegaskan itu tidak benar,” tegasnya di sela-sela aksi yang digelar di Pasar Inpres Padang Baru sekitar pukul 14.00 Wib.
Dia menjelaskan tentang arti bendera dan panji bertuliskan kalimat syahadat dalam tulisan Arab yang digunakan tersebut. Untuk kain berwarna hitam, menurutnya disebut panji atau Al Liwa’ sementara kain berwarna putih disebut bendera atau Ar Rayah.
“Jadi tidak ada kaitannya dengan kegiatan terorisme. Kalaupun ada yang menggunakan simbol-simbol Islam dalam kegiatan terorisme, itu adalah oknum,” ujarnya.
Dia berharap, aksi tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak salah dalam memahami arti dari bendera dan panji bertuliskan kalimat syahadat tersebut. Dia menambahkan, aksi tersebut merupakan pertama kali di Lubuk Basung dan akan dilanjutkan pada 9 April 2017 mendatang dengan peserta lebih banyak. (fajar)






