Kata Bupati: Kalau Tak Bisa Padi, Jagung pun Jadi
  • Home
  • Agam
  • Kata Bupati: Kalau Tak Bisa Padi, Jagung pun Jadi

Kata Bupati: Kalau Tak Bisa Padi, Jagung pun Jadi

Hasil panen petani jagung di Nagari Bawan Kecamatan Ampek Nagari, Agam. (febry)
Hasil panen petani jagung di Nagari Bawan Kecamatan Ampek Nagari, Agam. (febry)

AGAM – Bupati Agam, Indra Catri mengajak petani beralih ke tanaman jagung sebagai respon jangka pendek, apabila padi diserang hama wereng atau sulit mendapatkan air. Jagung juga memiliki nilai ekonomi tinggi, pengolahannya pun tidak terlalu rumit.

“Lebih baik menanam jagung, agar lahan tersebut tidak kosong sampai kondisi lahan tersebut memungkinkan untuk menanam padi kembali,” ajaknya, Minggu (26/3).

Menurutnya, tanaman jagung tahan dari serangan hama wereng dan tidak membutuhkan air untuk pengolahan lahan. Pemerintah Kabupaten Agam sendiri, ujarnya, memiliki target peningkatan tanaman jagung baik produksi maupun luas areal tanam.

“Tahun ini target luas areal tanam komoditi jagung dipatok sekitar 14 ribu hektar dengan perkiraan produksi 98 ribu ton yang kami harapkan bisa tercapai,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Jafrizal mengatakan, saran Bupati Indra Catri sangat masuk akal mengingat kebutuhan jagung juga tinggi dan harga jual yang mahal sekitar Rp3000/kilogram.

“Menanam jagung lebih mudah dan tidak banyak memiliki resiko kerugian atau gagal panen dibandingkan menanam padi,”katanya.

Ia menambahkan, produksi jagung di Kabupaten Agam mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun 2013, produksi jagung di Agam mencapai 50.790 ton, kemudian tahun 2014 naik menjadi 60.421 ton. Selanjutnya, pada tahun 2015 naik lagi menjadi 74.188 ton dan tahun 2016 naik menjadi 95.566,4 ton. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply