DBD Mewabah, Sawahlunto Belum Tetapkan Status KLB
  • Home
  • Berita
  • DBD Mewabah, Sawahlunto Belum Tetapkan Status KLB

DBD Mewabah, Sawahlunto Belum Tetapkan Status KLB

dbd

SAWAHLUNTO –  Wabah  demam berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merebak di Kota Sawahlunto sejak akhir Januari 2017. Sudah 87 warga Sawahlunto terkena penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus itu. Namun, Pemerintah Kota Sawahlunto hingga kini belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan KB Sawahlunto, dr Al Anshari menyatakan, kondisinya memang belum ditetapkan sebagai KLB. Namun, Dinkes Sawahlunto tetap seakan
kondisi dalam KLB karena keputusan penetapan KLB berada di tangan Walikota.

“Terlebih kondisi perebakan wabah ini bersifat sporadis karena kondisi perubahan cuaca dan pasca kelangkaan air yang sempat melanda Kota Sawahlunto beberapa waktu lalu. Kini berangsur dapat terkendali serta belum ada korban meninggal,” sebut Al Anshari kepada padangmedia.com, Kamis (16/2).

Dia menambahkan, antisipasi dilakukan terkhusus penanganan pasien di ruang inap di RSUD agar dilakukan fogging, kalau situasi isolasi tak dapat dilakukan. Pihaknya telah menyurati pihak RSUD.

Pemberantasan penyakit DBD diakuinya membutuhkan peran serta masyarakat dengan selalu membersihkan lingkungan tempat tinggalnya. Sementara, upaya penyemprotan hanya sanggup membunuh nyamuk dewasa.

Al Anshari menambahkan, pihaknya sudah memerintahkan seluruh jajaran Puskesmas untuk mensosialisasikan kembali gerakan 3 M dan merupakan upaya pencegahan paling sederhana namun terbukti ampuh dan efektif.

“Tren berjangkitnya DBD selalu terjadi setiap pergantian musim kemarau ke musim hujan setiap awal tahun. Mari kita bersihkan lingkungan dan membersihkan tempat – tempat yang dapat tergenangnya air bersih di lingkungan,” ujarnya.

DBD di Kota Sawahlunto merebak sejak akhir Januari 2017. Sudah 87 warga yang menjadi korban di mana 36 di antaranya berasal dari Kecamatan Talawi. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply