Nelayan Pasia Nan Tigo Lirik Budidaya Udang Vannamei
  • Home
  • Berita
  • Nelayan Pasia Nan Tigo Lirik Budidaya Udang Vannamei

Nelayan Pasia Nan Tigo Lirik Budidaya Udang Vannamei

Walikota Padang Mahyeldi melakukan tebar perdana benih Udang Vannamei di tambak milik kelompok nelayan di Kelurahan Pasia Nan Tigo, Selasa (17/1). (dio)
Walikota Padang Mahyeldi melakukan tebar perdana benih Udang Vannamei di tambak milik kelompok nelayan di Kelurahan Pasia Nan Tigo, Selasa (17/1). (dio)

PADANG – Nelayan Pasia Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah melirik sektor budidaya sebagai alternatif sumber ekonomi, seiring semakin minimnya hasil tangkapan. Komoditi yang dilirik adalah Udang Vannamei (litopenaeus vannameii). Udang Vannamei memiliki nilai ekonomi sangat tinggi.

Ujicoba budidaya Udang Vannamei di Pasia Nan Tigo dilakukan di salah satu tambak milik kelompok nelayan seluas 500 meter persegi. Sebuah perusahaan asal Jepang ikut memberikan kontribusi berupa teknologi dan teknik budidaya. Perusahaan tersebut nantinya juga yang akan menampung hasil panen.

Penebaran benih Udang Vannamei dilakukan oleh Walikota Padang Mahyeldi, Selasa (17/1) sore. Disaksikan oleh perwakilan perusahaan Jepang, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat serta Kepala DKP Kota Padang Zabandri.

Walikota Padang Mahyeldi mengingatkan, satu tambak yang sudah ditebar benih Udang Vannamei tersebut harus berhasil sampai panen. Tambak tersebut merupakan percontohan yang dalam pengelolaannya akan dilakukan pendampingan secara penuh.

“Budidaya Udang Vannamei ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi nelayan, karena kondisi pendapatan dari hasil ikan tangkapan semakin menurun,” ingatnya.

Dia menambahkan, kalau tambak percontohan tersebut berhasil, maka, akan dikembangkan lebih banyak tambak lagi untuk dikelola oleh nelayan. Dengan demikian, nantinya nelayan tidak lagi menggantungkan hidup dari ikan tangkapan di laut yang sangat tergantung cuaca. Pemko Padang merencanakan akan memfasilitasi pembuatan tambak sebanyak 100 unit.

Kepala DKP Kota Padang Zabandri menerangkan, dengan luas tambak 500 m persegi, hasil panen diperkirakan antara 3,75 sampai 4,25 ton dengan nilai mencapai Rp400 juta. Untuk teknis pengelolaan budidaya, dia menyebutkan masyarakat kelompok nelayan akan dilakukan pendampingan penuh.

“Ada struktur pengelolaan, nelayan belum bisa dilepas sendiri karena Udang Vannamei membutuhkan perlakuan khusus. Kelompok nelayan diberi pendampingan,” ujarnya.

Udang Vannamei merupakan jenis udang yang berasal dari perairan Amerika Latin dan hidup di air payau. Udang Vannamei diminati karena memiliki beberapa keunggulan seperti tahan terhadap penyakit, tingkat pertumbuhan relatif cepat dan yang paling penting adalah memiliki nilai ekonomi tinggi. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply