
AGAM – Pengisian pejabat gelombang pertama dan kedua di Kabupaten Agam usai sudah, Bagi pejabat yang sudah dilantik diharapkan melakukan berbagai perbaikan dan berinovasi dalam setiap kegiatan. Sedangkan bagi pejabat yang belum mendapatkan posisi, masih ada gelombang terakhir mutasi yang akan bergulir.
Hal itu dinyatakan Ketua Komisi II DPRD Agam, Safrudin jambak mengomentari mutasi gelombang pertama dan kedua yang telah bergulir belum lama ini.
“Di awal pengabdian ini, barangkali baik kita nyatakan bersama bahwa semua OPD berkomitmen untuk berkinerja terbaik untuk mencapai target kinerja pada Rencana Strategis sebagai turunan dari indikator kinerja RPJMD 2015-2020. Untuk itu, setiap kepala OPD agar mampu menjaga kekompakan tim di OPD mereka dan bukan “one man show”. Sebab, yang terbaik itu adalah super tim bukan superman,” kata Safrudin saat ditemui padangmedia.com di gedung dewan, Kamis (12/1).
Selaku lembaga pengawasan, katanya, dewan tentu berkewajiban untuk senantiasa memonitor kinerja Pemeritah Daerah yang dinahkodai duet pilkada terpilih yaitu bupati dan wakil bupati. Dewan juga akan mengevaluasi kinerja secara umum dan terutama memonitor kinerja mitra kerja komisi, yaitu OPD baik kinerja individual maupun organisasi.
Berpedoman kepada model penilaian kinerja yang di lakukan oleh Bappenas terhadap evaluasi pelaksanaan RPJMD daerah tengah priode bahwa kinerja SKPD diberi rapor merah, kuning dan hijau. Rapor merah apabila kinerja jelek dengan capaian indikator kinerja di bawah 30 persen. Sementara, rapor kuning apabila capaian target indikator kinerja di bawah 50 persen dan di atas 30 persen. Sedangkan rapor hijau adalah kinerja baik dengan capaian target indikator di atas 50 persen.
“Sejalan dengan dengan model penilaian kinerja oleh Bappenas tersebut, dewan juga dapat melakukan penilaian kinerja baik secara administratif, teknis dan politis yang akan dirangkum menjadi kinerja Pemda keseluruhan dalam model penilaian rapor pelangi sehingga untuk tri wulan pertama telah dapat dilakukan penilaian pertama sebagai rapor tri wulan atau catur wulan hingga semesteran,” katanya.Penilaian atau pemberian rapor baik formal maupun informal, tertulis ataupun lisan sangatlah penting untuk melakukan evaluasi sebagai pengewejawantahan sebuah sistem manajemen berupa Planning, Actuating, Controlling and Evaluazing.
“Rapor dari dewan ibarat juga rapor dari seorang guru bahwa setiap penilaian yang dilakukan secara objektif dan profesional akan menjadi cermin bagi OPD dalam mengaca diri untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita dalam menjalankan setiap amanah yang kita emban, sukses selalu untuk kita semua,” pungkasnya. (fajar)






